banner dprd mkassar

Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, FTPK UNIBOS Ikuti Temu Nasional Forkopindo 2026 di Kalimantan Selatan 

SUARACELEBES.COM, BANJARBARU — Fakultas Teknik Pertambangan dan Kebumian (FTPK) Universitas Bosowa (Unibos) berpartisipasi dalam Temu Nasional Tahunan (TNT) ke-12 dan Workshop Mata Kuliah (WMK) X Forum Komunikasi Program Studi Teknik Pertambangan Seluruh Indonesia (FORKOPINDO) 2026 yang berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 4–9 September 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Pendidikan Pertambangan untuk Menjawab Tantangan Ketahanan Energi dan Pengembangan Industri Nasional” tersebut menjadi forum akademik nasional yang mempertemukan pimpinan program studi, dosen, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam kegiatan ini, FTPK Unibos diwakili oleh Dekan, Dr. Andi Ilham Samanlangi, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Pertambangan, Enni Tri Mahyuni, S.T., M.T., serta Sekretaris Program Studi Teknik Pertambangan, Wahyuni, S.Sc., M.Si. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat mutu pendidikan, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri pertambangan.

Melalui forum nasional tersebut, para peserta membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan transformasi pendidikan Teknik Pertambangan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi, kebutuhan ketahanan energi, dan dinamika industri nasional.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah Workshop Mata Kuliah X yang berfokus pada penyelarasan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), standardisasi pembelajaran, serta penguatan desain kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

Pembahasan tersebut turut mencakup pengembangan mata kuliah Pemindahan Tanah Mekanis dan Peralatan Tambang sebagai bagian dari kompetensi teknis yang diperlukan dalam kegiatan operasional pertambangan.

Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi peserta memperoleh ruang untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pembelajaran, penguatan substansi mata kuliah, serta pendekatan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

Selain membahas pengembangan kurikulum, rangkaian TNT XII dan WMK X FORKOPINDO 2026 juga mencakup diskusi mengenai standar akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik) serta penguatan sistem penjaminan mutu akademik.

Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan program studi untuk memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara berkelanjutan.

Para peserta juga mengikuti kegiatan kunjungan lapangan ke industri pertambangan, kawasan tambang tradisional Cempaka, serta Geopark Meratus.

Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai praktik pertambangan, karakteristik kegiatan operasional, serta keterkaitan antara pemanfaatan sumber daya mineral dan pengelolaan lingkungan.

Pengalaman lapangan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan materi pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan akademik dengan kondisi aktual di sektor pertambangan.

Bagi FTPK Unibos, keikutsertaan dalam forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan kurikulum Program Studi Teknik Pertambangan agar semakin selaras dengan standar pendidikan tinggi dan kebutuhan industri.

Penerapan kurikulum berbasis OBE menjadi salah satu perhatian dalam upaya memastikan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pencapaian kompetensi yang dapat diukur dan dievaluasi.

Melalui pertukaran pengetahuan dan praktik baik bersama perguruan tinggi peserta, hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan struktur kurikulum, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta peningkatan metode pembelajaran berbasis kasus dan praktik lapangan.

Penguatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung kesiapan mahasiswa dalam memahami persoalan teknis, operasional, dan lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan pertambangan.

Partisipasi Dekan FTPK bersama Ketua dan Sekretaris Program Studi Teknik Pertambangan turut memperkuat koordinasi antara kebijakan pengembangan akademik di tingkat fakultas dan implementasi pembelajaran di tingkat program studi.

Keterlibatan unsur pimpinan tersebut diharapkan dapat mendorong tindak lanjut hasil forum melalui evaluasi kurikulum, peningkatan kualitas perangkat pembelajaran, serta pengembangan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan kompetensi mahasiswa.

Selain itu, forum FORKOPINDO menjadi kesempatan bagi FTPK Unibos untuk memperluas jejaring dengan berbagai perguruan tinggi penyelenggara pendidikan Teknik Pertambangan di Indonesia.

Hubungan akademik tersebut berpotensi membuka peluang kolaborasi dalam penelitian, pengembangan materi perkuliahan, kegiatan ilmiah, serta pertukaran pengalaman mengenai penyelenggaraan pendidikan pertambangan yang memperhatikan aspek keselamatan kerja, perkembangan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui keikutsertaan dalam Temu Nasional Tahunan XII dan Workshop Mata Kuliah X FORKOPINDO 2026, FTPK Unibos terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan Teknik Pertambangan melalui pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran dan penguatan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri.

Wawasan serta hasil diskusi yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program akademik yang lebih adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pertambangan.

Partisipasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Universitas Bosowa dalam memperluas jejaring kelembagaan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, serta mempersiapkan sumber daya manusia di bidang pertambangan yang kompeten, profesional, dan mampu berkontribusi terhadap pengembangan industri nasional dengan tetap memperhatikan prinsip keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

PDAM Makassar