SUARACELEBES.COM, MAKASSAR –
Rilis daftar 200 nama muballiq dari Kementerian Agama RI yang tidak mencantumkan nama ulama kharismatik Sulsel Anre Gurutta KH Sanusi Baco LC, dan beberapa nama ulama besar lainnya membuat sejumlah elemen masyarakat Sulsel gerah, bahkan meminta dan mendesak Presiden Jokowi Widodo untuk mencopot Menteri Agama.
Direktur Eksekutif Forum Pemerhati Masalah Sosial Kemasyarakatan, MS Baso DN meenegaskan, apa yang dilakukan kementerian agama dibawah kepemimpinan Menag Lukman Hakim syaifuddin, adalah pola pola lama yang ingin memberangus para ulama yang dianggap tegas dan bicara apa adanya demi kemaslahatan umatnya. Disamping itu sudah terjadi tindakan diskriminasi kepada para ulama, dengan memilah dan memilih ulama yang terkesan berpihak pada pemerintahan.
“Ulama dan ustadz tidak bisa dibatasi untuk memberikan ceramah agama kepada umatnya. Kalau mereka para ustadz dianggap memberikan ceramah yang dianggap ekstrem, ada jalur hukum yang bisa ditempuh, bukan malah melarang mereka untuk berceramah, ” tegas Baso DN.
Lebih jauh ditegaskan, tidak tercantumnya nama anre gurutta KH Sanusi Baco LC, yang merupakan salah seorang ulama kharismatik di Sulsel, adalah merupakan tindakan pelecehan ulama besar Sulsel yang dilakukan kementerian agama RI. Oleh karena itu, selain minta Presiden Jokowi untuk mencopot Menag Lukman Hakim Syaefuddin, juga mendesak kementerian agama RI untuk minta maaf kepada anre gurutta KH Sanusi Baco LC.
” Anre gurutta KH Sanusi Baco adalah seorang ulama besar dan kharismatik, yang bukan saja dikenal di Sulsel tapi juga pada tingkat Nasional. Beliau sering diundang ceramah oleh petinggi petinggi negara, termasuk pihak Istana, kok bisa bisanya Kemenag RI tidak memperhitungkan beliau. Copot saja menteri agama, ” tegas Baso DN.









