SUARACELEBES.COM, BARRU – Kondisi gedung sekolah yang rusak, kebutuhan akses internet untuk pembelajaran digital, hingga usulan pembangunan jalan dan jembatan menjadi aspirasi utama warga dalam Reses dan Temu Konstituen Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Muhammad Sadar, di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Selasa (28/07/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri, Wakil Ketua DPRD Barru, Andi Yenny, Kepada desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di wilayah mereka.
Kepala SD Negeri 126 Barru, Hj. Kamaria, mengungkapkan kondisi sekolah yang dipimpinnya sudah memprihatinkan. Bangunan yang telah berusia tua mengalami banyak kerusakan sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Selain renovasi gedung, pihak sekolah juga berharap adanya bantuan jaringan internet untuk menunjang proses belajar mengajar yang kini berbasis digital.
“Gedung sekolah kami sudah tua, banyak bagian bangunan yang retak. Kami khawatir sewaktu-waktu bisa roboh. Kami berharap ada bantuan renovasi atau pembangunan gedung baru. Internet juga sangat dibutuhkan karena pembelajaran sekarang sudah berbasis digital,” ujar Hj. Kamaria.
Sementara itu, warga Desa Nepo, Awaluddin, meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan perhatian terhadap pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan Dusun Barantang dengan Dusun Manuba.
Menurutnya, akses yang ada saat ini mencapai sekitar 15 kilometer. Apabila dibangun jalan baru, jaraknya dapat dipangkas menjadi sekitar 7 kilometer sehingga mempermudah mobilitas masyarakat.
Ia juga menyoroti kondisi bendung di Desa Nepo yang mengalami kebocoran sehingga daya tampung air semakin berkurang.
“Kami berharap ada pembangunan jalan baru agar akses dari Dusun Manuba ke Barantang lebih cepat. Selain itu, bendung di Desa Nepo juga perlu diperbaiki, bukan hanya saluran irigasinya,” katanya.
Kepala Desa Nepo, Muhammad Taoha, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Muhammad Sadar yang dinilai konsisten turun langsung menyerap aspirasi masyarakat.
Ia berharap berbagai persoalan yang dihadapi desa dapat diperjuangkan di tingkat pemerintah provinsi, termasuk usulan pembangunan jalan penghubung Nepo menuju Kabupaten Soppeng.
Menurutnya, jalan tersebut telah dirintis dan apabila terealisasi akan membuka akses kawasan perkebunan sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kami berharap ada pembangunan jalan baru dari Nepo menuju Soppeng. Jalur ini sudah dirintis dan jika dibangun akan membuka akses perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wilayah ini memiliki potensi besar untuk pengembangan cengkeh dan durian,” ujar Muhammad Taoha.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muhammad Sadar mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini juga tengah menjalankan sejumlah proyek strategis melalui skema Multi Years Project (MYP), termasuk pembangunan jalan dan irigasi di Kabupaten Barru.
Ia memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Sulsel dan akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Barru maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Terkait usulan pembangunan jalan baru di Desa Nepo, saya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan membahasnya di DPRD Sulsel agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan,” kata Muhammad Sadar.
Terkait permintaan renovasi SD Negeri 126 Barru, Muhammad Sadar mengakui kewenangan sekolah dasar berada di pemerintah kabupaten. Meski demikian, ia menegaskan tetap akan memperjuangkan aspirasi tersebut dengan berkoordinasi kepada pemerintah daerah agar kebutuhan pendidikan masyarakat Desa Nepo dapat segera mendapat perhatian.









