SUARACELEBES.COM, WAJO — Dampak musim kemarau di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, terus mendapat penanganan melalui pendistribusian bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo per 13 September 2026, pendistribusian air bersih telah menjangkau 10 kecamatan dan 43 desa/kelurahan.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Wajo, Rismawan, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan dan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Hingga pembaruan data tersebut, tercatat sebanyak 3.147 kepala keluarga (KK) atau 9.685 jiwa telah menjadi penerima manfaat distribusi air bersih.
Sementara volume air bersih yang telah didistribusikan mencapai 303.000 liter melalui sejumlah armada pendistribusian yang dikerahkan dalam penanganan dampak musim kemarau.
“Pendistribusian air bersih terus dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah yang terdampak kekeringan,” ujar Rismawan.
Salah satu wilayah yang mendapat distribusi air bersih pada Minggu (13/9/2026) adalah Desa Pasaka, Kecamatan Sabbangparu.
Di Desa Pasaka, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan menggunakan kendaraan Water Canon Batalyon C Pelopor. Bantuan tersebut menyasar 22 rumah yang dihuni 27 kepala keluarga dengan total 126 jiwa.
Warga Desa Pasaka, Bahchri, menjadi salah satu masyarakat yang menerima bantuan air bersih tersebut. Ia berharap distribusi air dapat terus dilakukan selama masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.
Pendistribusian di Desa Pasaka merupakan bagian dari rangkaian penyaluran bantuan air bersih yang dilakukan secara terpadu bersama unsur penanggulangan bencana dan instansi terkait di Kabupaten Wajo.
Pada hari yang sama, distribusi juga dilakukan di sejumlah wilayah lainnya, di antaranya Desa Pakkanna, Desa Waetuo, dan Desa Nepo di Kecamatan Tanasitolo.
Rangkaian penyaluran melibatkan personel Batalyon C Pelopor bersama BPBD Wajo, Kodim 1406/Wajo, Polres Wajo, PMI, Damkar, Satpol PP, serta PDAM Kabupaten Wajo.
Rismawan menegaskan, pendistribusian air bersih menjadi salah satu langkah penanganan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Penanganan dilakukan secara bersama-sama agar bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data distribusi 13 September 2026, sebanyak 17 desa/kelurahan di lima kecamatan menjadi sasaran distribusi dengan 551 unit rumah, 684 KK, dan 2.094 jiwa terdampak. Total air yang didistribusikan pada rute tersebut mencapai 83.000 liter.









