SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – eLSIM, Suropati Syndicate dan Metadata Institute melakukan Fokus Group Discussion (FGD) membahas terkait “Pemimpin Makassar Berkualitas Tahun 2020” digelar du Hotel Grand Imawan Panakkukang, Jalan Pengayoman Makassar, Sabtu (10/05/2019).
Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah kalangan diantaranya Akademisi, kelompok LSM, dan Media.
Pengamat pemerintahan dan Politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar mengatakan bahwa Makassar membutuhkan pemimpin yang mampu mengelola peradaban ditengah berkembangnya teknologi dan revolusi Industri 4.0.
“Tentunya pemimpin itu harus visioner. Makassar membutuhkan pemimpin yang sistematis bukan pemimpin yang sporadis,” kata Andi Luhur Priyanto.
Lanjut luhur menjelaskan bahwa pemimpin itu harus konsisten pada perencanaan. Luhur melihat pemimpin walikota Makassar Danny Pomanto (DP), tidak konsisten pada perencanaan pada janji janji politiknya, sehingga programnya tidak ada berjalan dengan maksimal.
“Pemerintahan sebelumnya dalam hal ini Danny Ponanto, tidak konsisten pada perencanaan, sehingga program hanya berjalan beberapa persen. Jadi pemimpin itu harus konsisten dengan perencanaan jangan terpengaruh dengan pembisiknya,” jelas Luhur.
Menurut Andi Luhur Priyanto banyak pemimpin yang hadir tidak mampu menyelesaikan solusi. “Di Makassar ini banyak persoalan persoalan seperti kebutuhan hak dasar, pendidikan, masalah kemacetan tak mampu di selesaikan. Pemimpin itu juga harus mampu membangun harapan,” ucapnya.
Sementara itu, Ulla dari Komite Rakyat Miskin Kota Makassar mengatakan juga mengatakan bahwa pempimpin Makassar kedepan harus mampu membangun lapangan kerja dan mampu menyelesaikan persoalan hak dasar masyarakat.
“Harus ada kebijakan khusus bagaimana menyelesaikan persoalan hak dasar di Makassarakat. Seperti persoalan kebutuhan air bersih itu belum mampu diselesaikan sampai hari ini, ketersedian air bersih masih dikeluhkan warga,” tutup Ulla.(*)









