banner dprd mkassar
Tak Berkategori  

Cukupi Kebutuhan Sayur dan Ikan Masyarakat Pesisir, DBS jadi Solusi

SUARACELEBES.COM. GORONTALO. Teknologi DBS sendiri memperoleh sambutan yang antusias oleh pemerintah desa setempat, karena memberikan pengetahuan dan mampu mendorong masyarakat terutama kaum ibu rumah tangga agar lebih produktif.

“Pelatihan dan edukasi ini sangat bermanfaat dan mampu menjadi percontohan bagi masyarakat pesisir Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo yang memiliki KK 600 jiwa sehingga ibu rumah tangga menjadi lebih produktif dalam menjadikan pekarangan mereka sebagai sumber pemenuhan sayur dan daging” ungkap H. Bachtiar M. Yunus selaku Kepala Desa Bongo di sela-sela kegiatan pelatihan dan edukasi DBS dilakukan di halaman pekarangan warga yang dihadiri oleh sejumlah Ibu PKK Desa Bongo dengan mematuhi protokol kesehatan, Sabtu (10/7/2021).

Tingginya arus ombak dan angin yang bertiup pada musim pancaroba saat ini menyebabkan sebagian besar nelayan tidak melaut, hal ini tentu memberikan dampak terhadap pemenuhan konsumsi rumah tangga nelayan sehingga berpengaruh kepada kebutuhan gizi rumah tangga. Kondisi seperti ini menjadi tantangan bagi nelayan dan masyarakat pesisir yang menggantungkan sebagian besar hidupnya pada sumber daya laut.

Di sisi lain masyarakat pesisir terkadang memiliki luas lahan pekarangan yang tidak termanfaatkan padahal halaman pekarangan yang luas memiliki potensi untuk dikelola menjadi lahan yang lebih produktif. Melihat kondisi tersebut maka sejumlah akademisi dari perguruan tinggi Universitas Ichsan Gorontalo memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan Ducht Bucket System (DBS) guna memanfaatkan pekarangan rumah untuk kegiatan budidaya ikan tawar dan hortikultura sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga bagi masyarakat pesisir saat musim pancaroba.

Ducht Bucket System (DBS) merupakan teknik budidaya aquaponik dengan mengkombinasikan antaa tanaman budidaya dengan ikan di dalam ember sehingga diperoleh dua manfaat kandungan gizi yakni protein dari daging ikan dan mineral dari sayuran.

“ DBS sebenarnya di Indonesia lebih dikenal dengan istilah budikdamber, budidaya ikan dalam ember, dimana ikan dipelihara di dalam ember mengganti kolam atau tambak. Kegiatan ini mampu menjadi solusi bagi masyarakat pesisir terutama dalam memenuhi konsumsi rumah tangga dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi, untuk DBS ini kami menggunakan kombinasi ikan lele dan tanaman kangkung darat,” tutur Ulfira Ashari, M.Si salah satu dosen Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo.

Ia menambahkan DBS sendiri sangat mudah dan mampu diadopsi oleh masyarakat cukup dengan menggunakan media tanam air, pupuknya sendiri diperoleh melalui interaksi ikan dan tanaman dimana feses ikan mampu menjadi pupuk organik bagi tanaman.Panen sayur dan ikan pun dapat dilakukan bersamaan. (Arif)

PDAM Makassar