SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Peta politik khususnya usungan parpol jelang Pilgub Sulsel 2018 mendatang kian terang benderang.
Terbaru, Partai Demokrat yang selama ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat Sulsel perihal arah dukungannya akhirnya selesai juga.
Partai pemilik 11 kursi di DPRD Sulsel itu melabuhkan “kapalnya” ke pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar.
Hal itu ditandai dengan surat tugas yang diserahkan Sekretaris Jenderal DPP Hinca Panjaitan ke Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah di Markas DPP di Jakarta, Rabu (1/11/2017).
Dalam penyerahan yang turut disaksikan sejumlah pentolan DPP Demokrat, seperti politisi asal Sulsel Andi Timo Pangerang, IYL-Cakka juga kompak hadir.
Sesuai rencana, dukungan Demokrat itu selanjutnya akan diserahkan secara resmi oleh DPD Demokrat Sulsel ke IYL-Cakka yang diagendakan, Jumat (3/11/2017) besok di Makassar.
“Paling lambat tanggal 3 kita serahkan ke kandidat (IYL-Cakka),” kata Ni’matullah, Kamis (2/11/2017).
Praktis, tersisa tinggal Partai Hanura yang belum menentukan arah dukungannya di Pilgub. Namun, wacana koalisi Demokrat-Hanura di Pilgub mendatang menguat ke duet Punggawa-Macakka.
Pengamat Politik dari Unismuh Makassar, Andi Luhur Priyanto mengatakan, potensi poros Hanura-Demokrat bisa saja terjadi, tetapi pilihannya hanya akan ke IYL atau AAN.
Tetapi peluang Agus running di Pilgub Sulsel kian minipis setelah partai berlambang bintang mercy itu sudah merapat ke IYL-Cakka. Sementara Hanura yang memiliki 6 kursi belum bisa mencukupkan syarat Agus maju melalui jalur parpol jika Hanura mengusung Agus-Aliyah.
“Hanura dan Demokrat Sulit menghadirkan figur kandidat baru, di tengah semakin kompetitifnya dinamika perburuan partai pengusung dan persaingan kandidat,” ujarnya.
Sementara itu, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan demokrat mengalami situasi dinamika internal yang cukup alot terkait kandidasi Pilgub. Antara idealisme mendorong kader dengan pragmatisme elektoral mendukung kandidat eksternal.
“Saya kira posisi nya dengan 11 kursi tidaklah menjadi penonton, bahkan menjadi penentu jumlah kontestan. Mungkin mereka masih menimbang dengan seksama, antara idealisme atau pragmatisme elektoral itu,” tuturnya.
Untuk Hanura sendiri, kata Luhur, masih dalam tahapan mengeksplorasi potensi kandidat. Bahkan mencari kesempatan untuk mendorong kader, meskipun tidak mungkin memaksakan keinginan itu.
“Potensi poros Hanura-Demokrat bisa saja terjadi, tetapi pilihannya hanya akan ke IYL atau AAN saja. Sulit menghadirkan figur kandidat baru, di tengah semakin kompetitifnya dinamika perburuan partai pengusung,” terangnya.
Olehnya itu, dia berpendapat koalisi Demokrat-Hanura di Pilgub mendatang lebih mengarah ke pasangan IYL-Cakka yang dikenal Mr. Komitmen itu.
Sebelumnya Koordinator Bidang DPP Hanura Wilayah Sulawesi, Bahar Ngitung mengaku, bahwa partainya sudah mengerucutkan dua pasangan calon yang akan diusung, yakni IYL-Cakka termasuk NH-Aziz.
Mengenai wacana Demokrat-Hanura berkoalisi mengusung IYL-Cakka, Obama menegaskan, semua bisa saja terjadi dan sangat memungkinkan dengan melihat perkembangan dinamika politik di Sulsel saat ini.
Hanya memang, dia mengatakan, untuk perkembangan terbaru, dia belum menerima informasi.
“Saya masih di Makassar ini. Belum ada perkembangan terbaru, besok baru kita akan kembali rapat di DPP,” tutur anggota DPD RI ini. (*)










