Sidang Kasus Buloa, Nama Jentang Berkali-kali Disebut

Pemkot Makassar SC
BAPENDA Makassar SC

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi atas sewa lahan negara di kelurahan Buloa, dengan agenda pemeriksaan saksi kembali berlangsung di Pengadilan Tipikor Makassar (04/09/2017)

Tiga terdakwa yakni Muhammad Sabri, Rusdin dan Jayanti turut dihadirkan dalam persidangan untuk mendengar keterangan dua orang saksi yakni Arwin selaku Kepala satuan pengelolah proyek New Port dan Adi Sutrisno selaku Kepala Biro Hukum PT. Pelindo IV Persero.

Menariknya, selama persidangan berlangsung nama Soedirjo Aliman alias Jentang terus disebut-sebut sebagai pemilik lahan yang menjadi objek perkara seluas 3 hektar ini.

Fakta persidangan yang terungkap, Jentang turut menghadiri rapat yang dipimpin oleh terdakwa Muhammad Sabri selaku asisten bidang pemerintahan. Hal ini terungkap melalui pernyataan Arwin selaku Kepala satuan pengelolah proyek New Port

“pertemuan pertama di ruangan asisten itu yang hadiri dari pelindo tiga orang, dari pihak pp dan juga jentang,” ungkap Arwin

Arwin pun mengurai sejumlah kronologi pertemuan-pertemuan pihaknya dengan terdakwa bersama Jentang yang dimulai pada pertemuan pertama yang difasilitasi terdakwa Asisten 1 Pemkot Makassar, Sabri yang mempertemukan pihak penyewa PT Pelindo dan PT Pembangunan Perumahan (PP) dengan Rusdin dan Andi Jayanti Ramli selaku pengelola tanah garapan.

Pada 28 Juli 2015 bertempat di ruang rapat Sabri selaku Asisten 1 dalam rangka negosiasi antara kedua belah pihak. Selanjutnya pertemuan kedua 30 Juli 2015 yang kembali dihadiri oleh Jen Tang dan Ulil Amri, selaku kuasa hukum Rusdin yang bertindak mewakili Jayanti.

Dimana pertemuan itu disepakati harga sewa lahan Buloa senilai Rp500 juta atau lebih rendah dari tuntutan JenTang dkk, yang meminta angka Rp1 miliar. Lalu ditindaklanjuti lagi demgan pertemuan berikutnya di ruko Astra Daihatsu Jalan Gunung Bawakaraeng milik Jen Tang.

Dalam pertemuan ini kembali dihadiri oleh Jen Tang, Ulil Amri dan Rusdin mewakili Jayanti. Serta pertemuan terakhir pada 31 Juli 2015 di Kantor Cabang Mandiri, PT PP melakukan pembayaran secara tunai terhadap Rusdin dan Jayanti yang juga kembali dihadiri oleh Jen Tang dan Ulil Amri.

Badan Intelijen Negara
Pangkep SC