Jelang Masa Tenang dan Pencoblosan, Suardi Saleh: Janganki’ Terpengaruh Politik Uang

SUARACELEBES.COM, BARRU – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Barru nomor urut 2, Suardi Saleh-Aska Mappe (SS-AK) mengakhiri masa kampanye Pilkada dengan menyisir Kecamatan Barru, Jumat,(4/12/2020) kemarin.

Suardi Saleh sendiri melaksanakan tatap muka dengan warga di Sumpang Binangae dan Desa Tompo. Dalam orasinya, kandidat petahana ini mengaku jika dirinya sangat menspesialkan Desa Tompo. Pasalnya, dirinya mengawali masa kampanye Pilkada di Desa Tompo dan juga mengakhiri masa kampanyenya di wilayah ini.

“Saya sampaikan kepada warga Tompo, kalau wilayah ini begitu spesial buat saya. Karena di wilayah inilah saya memulai dan juga mengakhiri masa kampanye saya. Tentu ini karena saya begitu yakin warga di Desa Tompo seluruhnya akan memilih saya di Pilkada Barru,” kata Suardi di hadapan warga Desa Tompo.

Suardi Saleh mengatakan bahwa Pilkada Barru adalah pesta demokrasi seluruh masyarakat Barru tanpa terkecuali. Karena itu, kata dia, sudah sepantasnya pesta ini sangat mewah dan meriah.

“Kalau pesta rakyat itu yah wajar meriah. Karena ini adalah pesta kita semua. Tapi ingat, karena ini pesta ta semua, mari kita jaga agar berjalan lancar dan damai. Jangan kita lukai pesta kita sendiri dengan sikap dan tindakan yang salah,” jelasnya.

Untuk itu, Suardi Saleh meminta kepada seluruh warga untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suaranya. Karena, kata suami Anggota DPR RI, drg. Hasna Syam ini, suara rakyat adalah penentu masa depan Barru.

“Hadir ki juga di TPS nanti untuk memberikan suara ta, karena itu akan sangat menentukan kemajuan dan kesejahteraan Barru kita semua ke depan. Iye, ta ingat ki nah, coblos nomor 2 pasangan Suardi Saleh-Aska Mappe,” ajaknya.

Selain itu, Suardi Saleh juga meminta agar warga tidak memberikan suara karena iming-iming uang. Ia menilai harga diri Kabupaten Barru tidak boleh digadaikan hanya dengan sejumlah uang yang dijanjikan oleh kandidat tertentu.

“Jangan ki terpengaruh dengan uang yang dijanjikan oleh orang tertentu. Itu tidak sebanding dengan masa depan Barru kita semua. Kalau perlu tangkap, videokan orangnya, karena itu adalah pelanggaran Pilkada,” pungkasnya. (*)

PEMKOT-Makassar