SUARACELEBES.COM, SIDRAP – Anak-anak Dusun Bukkere, Desa Cenrana, Kecamatan Panca Lautang, Sidrap kini bernafas lega dan tidak lagi belajar dibawah kolong rumah.
Pasalnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidrap akhirnya patungan untuk membangunkan gedung baru di daerah terpencil itu.
Hal itu terungkap saat Kepala Desa Cenrana, serta sejumlah orang tua murid dan tokoh masyarakat bertemu dengan sejumlah wakil rakyat di warkop DPRD Sidrap, Selasa 7 Agustus.
Pertemuan itu, turut dihadiri Ketua DPRD Sidrap, H Zulkifli Zain. Kemudian
Sejumlah anggota DPRD seperti Sudarmin Baba, Naharuddin, Edi Slamet Agus Syamsuddin, Ahmad Sholihin.
Anggota DPRD Sidrap, Sudarmin Baba mengaku, persoalan anak-anak belajar di bawa kolong rumah telah di bicarakan bersama sejumlah wakil rakyat. “Kami siap bangunkan gedung sekolah baru di sana meskipun hanya sifatnya semi parmanen,” kata politisi Demokrat itu.
Sambil bincang-bincang, wakil rakyat dari daerah pemilihan Panca Lautang, Tellu Limpoe, dan Watang Pulu itu menyerahkan dana awal pembangunan ruang kelas kepada Kepala Desa Cenrana, Kartono sebesar Rp10 juta.
Kepala Desa Cenrana, Kartono mengaku bersyukur atas adanya bantuan itu. “Secepatnya kami akan membuatkan gedung baru bagi anak-anak sekolah di Bukkere sehingga mereka tidak lagi bersekolah di bawa kolong rumah,” ucapnya.
Diketahui, bahwa Dinas Pendidikan Sidrap tidak bisa memberikan bantuan gedung parmanen melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tanpa ada sertifikat tanah.
“Bantuan melalui DAK tidak bisa diberikan kalau tidak ada sertifikat tanah milik sekolah,” kata Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Sidrap, Syahrul Syam.
Kecuali, kata dia jika menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) bisa diberikan tanpa ada sertifikat tanah. Akan tetapi pembangunan sekolah dari DAU sudah 20 tahun tidak dikasi.
Sementara yang jadi permasalahan saat ini di Dusun Bukkere adalah pemukiman warga dikelilingi kawasan hutan lindung dan sangat sulit untuk memenuhi persyaratan seperti apa yang di sampaikan Disdikbud Sidrap.(*)









