SUARACELEBS.COM, MAKASSAR – Kemampuan menganalisis pengelolaan keuangan sektor publik mengantarkan tiga mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Bosowa angkatan 2023 meraih Juara 1 Kompetisi Studi Kasus #BanggaMenjadiPemeriksaBPK dalam rangka Gema Akuntabilitas BPK Tahun 2026.
Tim tersebut terdiri atas Andi Muhajir Febryan Sukardi, Moh. Arya Adiwangsa, dan Zikri Al Asyraf Tisdar yang berhasil menunjukkan ketajaman analisis serta kemampuan berpikir layaknya seorang pemeriksa dalam menghadapi studi kasus pengelolaan keuangan pemerintah.
Dalam kompetisi tersebut, peserta dihadapkan pada studi kasus yang menggambarkan kondisi pengelolaan keuangan pada entitas pemerintah dan diminta menganalisis berbagai dokumen pendukung.
Tantangan utama terletak pada kemampuan menghubungkan informasi dari sejumlah dokumen dalam waktu terbatas, mengidentifikasi potensi permasalahan, menyusun argumentasi berdasarkan regulasi, serta menghasilkan rekomendasi yang realistis.
Tim Unibos menyiasatinya dengan membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing, berdiskusi secara intensif, dan memastikan setiap kesimpulan didukung bukti yang tersedia.
Andi Muhajir Febryan Sukardi menjelaskan, tim menerapkan pendekatan sistematis dengan tidak hanya mengidentifikasi permasalahan, tetapi juga menelusuri penyebab, dampak, dan solusi yang dapat diterapkan.
“Kami berupaya menyajikan analisis yang logis, terstruktur, dan berbasis bukti. Setiap rekomendasi yang diberikan juga kami usahakan tidak hanya bersifat normatif, tetapi benar-benar dapat menjadi masukan untuk meningkatkan tata kelola keuangan pemerintah,” ujarnya.
Persiapan menuju kompetisi dilakukan dengan memperdalam materi pemeriksaan sektor publik, memahami standar pemeriksaan, serta berlatih menyelesaikan berbagai studi kasus.
Setelah analisis setiap anggota digabungkan, tim melakukan diskusi dan simulasi presentasi untuk memastikan argumentasi tersampaikan secara runtut, pembagian waktu efektif, serta seluruh anggota siap menghadapi pertanyaan dewan juri.
Proses tersebut sekaligus mengasah ketelitian, kemampuan berpikir kritis, objektivitas, komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen waktu.
Bagi tim, kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam persoalan yang mendekati kondisi nyata di bidang akuntansi dan pemeriksaan.
“Kompetisi ini mengajarkan bahwa seorang pemeriksa harus memiliki ketelitian, kemampuan berpikir kritis, objektivitas, serta mampu mengambil kesimpulan berdasarkan bukti yang ada. Kami juga belajar bahwa komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen waktu sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia profesional,” kata Andi.
Capaian tersebut menjadi semakin bermakna bagi tim karena mereka menjadi satu-satunya tim dari perguruan tinggi swasta yang meraih gelar juara di tengah persaingan dengan berbagai perguruan tinggi negeri dan institusi lainnya.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan kapasitas mahasiswa Akuntansi Unibos untuk berkompetisi di tingkat nasional. Tim berharap pencapaian tersebut dapat mendorong mahasiswa lainnya untuk aktif mengembangkan kompetensi, berani mengikuti berbagai kompetisi, serta membawa nama Universitas Bosowa melalui prestasi di bidang akademik maupun profesional.









