Pandemi Tantang Guru Bahasa Prancis Menjadi Guru Youtuber

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Tatkala dunia masih sibuk dengan CoronaVac (vaksin koronavirus), guru-guru Bahasa Prancis sekolah menengah di Indonesia mengambil langkah seribu dengan sebuah workshop (atelier) daring penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Merebaknya wabah sejagat koronavirus menjadikan guru-guru Bahasa Prancis sedunia, khususnya di Indonesia, harus kreatif dengan pembelajaran jarak jauh (l’apprentissage à distance) yang terpaksa harus dilakoni di tengah berbagai sekatan, kuncitara dan karantina wilayah serta perintah tinggal di rumah atau masa kenormalan baru.

Guru Bahasa Prancis Youtuber menjadi isu hangat pada bagian akhir acara virtual Workshop Penyusunan RPP Bahasa Prancis yang dihelat Forum Komunikasi Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Prancis (FK-KMGMPBP) se-Indonesia, Sabtu, 9 Januari 2021 dengan aplikasi temu virtual G-meet, pukul 09.00-12.00 WIB.

Salman, guru Bahasa Prancis di Medan, Sumatera Utara menjelaskan praktik-praktik baik yang telah dan dapat dilakukan pada berbagai situasi, luring dan daring. Menjadi guru youtuber pada masa merebaknya wabah adalah sebuah solusi pembelajaran jarak jauh.

Meski terjadi diskusi panjang perihal hak cipta dan royalti atas berbagai video jika mengunggah sebuah rekaman di media berbagi video ini, semangat guru-guru Bahasa Prancis se-Indonesa mengajar jarak jauh tetap kuat. Beberapa provinsi telah menetapkan pembelajaran jarak jauh dilanjutkan hingga hampir mencapai setahun. Bagaimanapun situasinya, pembelajaran, pengajaran dan pendidikan harus dilanjutkan demi generasi masa depan kita.

Acara ini menghadirkan dua narasumber: Ari Kusmiyati (Guru Bahasa Prancis di Jombang, Jawa Timur) yang menjelaskan secara rinci tahap-tahap penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Salman (Guru Bahasa Prancis di Medan, Sumatera Utara) dengan materi “Berbagi Praktik Baik”.

Workshop ini dihadiri oleh para Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tiap Provinsi se-Indonesia dari kediaman masing-masing. Ini adalah workshop daring perdana semenjak terbentuknya MGMP Bahasa Prancis Nasional beberapa waktu yang lalu.

Menurut Ari Kusmiyati, RPP adalah kebutuhan para guru. Segala tindakan di kelas harus diawali dengan perencanaan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, ada 13 komponen RPP: identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media, sumber pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian.

Namun menurut Surat Edaran Nomor 19 tentang Penyerhanaan RPP, apa yang oleh warganet menyebutnya sebagai “RPP Satu Lembar”, sebuah istilah yang “sangat maksa” menurut Madame Ari (sapaan akrab Madame Ari Kusmiyati), minimal harus memenuhi tiga saja komponen: tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran dan penilaian (assesment). “Bukan berarti ketiga kompenen ini saja yang harus dipenuhi. Kata minimal mengandung pengertian boleh lebih dari ketiga komponen ini,” papar Ari Kusmiyati.

“Identitas resmi mata pelajaran kita adalah Bahasa dan Sastra Prancis di RPP,” demikian Ari Kusmiyati yang berusaha meluruskan banyaknya RPP yang hanya menulis Bahasa Prancis saja sebagai identitas mata pelajaran.

Forum menetapkan target 23 Januari 2021 guru-guru Bahasa Prancis sekolah menengah se-Indonesia sudah memiliki sebuah RPP bersama yang dapat menjadi rujukan, meski tindakan di kelas tetap menjadi “kuasa pengampu mata pelajaran” masing-masing guru.

Herminingsih, guru Bahasa Prancis di MAN 2 Palu menjadi host pada temu virtual ini, secara bergantian dipandu oleh Ahmad Khamim di Denpasar sebagai MC, Kartika S Hardjanti sebagai Ketua Forum dan Nauli Siregar turut memandu acara.

Bagaimanapun, pembelajaran tatap muka atau daring, bangsa ini harus tetap bergerak maju tanpa memutus pembelajaran, meski wabah menghatui kita.(*)

Andi Muhammad Fadli