banner dprd mkassar
Tak Berkategori  

Terpilih Sebagai Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulsel, Berikut Profil Singkat Prof. Mustari Mustafa

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR -Musyawarah wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Selatan sukses terlaksana dengan memilih 7 presidium.

Diantara ketujuh presidium yang terpilih, nama Prof. Mustari Mustafa menjadi perhatian, pasalnya guru besar Universitas Islam Negeri Alauddin ini baru menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan sebagai presidium sehari sebelum pelaksanaan muswil.

Sebagaimana diketahui, Prof. Mustari Mustafa adalah mantan atase Pendidikan dan Kebudayaan pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Thailand.

Berikut Profil Singkat
Prof. Dr. Mustari, M.Pd yang dikutip dari laman media, lahir di Siru ( Manggarai Barat / NTT ) pada tanggal 30 September 1971. Menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun 1995 di IAIN Alauddin Ujung Pandang jurusan Informasi dan Penyiaran Islam, lalu Menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Makassar dengan jurusan Pendidikan IPS pada tahun 2000, dan kemudian menyelesaikan gelar Doktor Filsafat pada tahun 2009 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Ia menghabiskan karirnya dengan penuh pendidikan dan pelatihan profesional, seperti di Coady Intern’l. Institut, Universitas St. franciskus Xaverius, Antigonish-Kanada; dan publikasi serta menjadi Editor dan Reviewer di Jurnal Nasional dan Internasional.

Keahliannya adalah Filsafat, Pernah menjadi Pendiri dan Direktur Pusat Pendidikan dan Pelatihan Otonomi Daerah (LSM), yang terlibat dalam kegiatan lokakarya dan penelitian. selain itu pernah menjadi Direktur Forum Interfeith Dialogue (NGO) dalam Advokasi dan Resolusi Konflik, Penelitian, Konferensi dan Dialog Antaragama; Direktur Program Character Building UIN Alauddin (Organisasi Pemerintah) dalam Training and Training of Trainers. Setelah mengikuti program Community Development Diploma di Coady Institute Canada, beliau aktif sebagai Trainer Asset Based Community Development dan pernah menjadi tim Project Implementation Unit untuk mendukung Islamic Leadership Project Indonesia dan Kanada.
Hidupnya didedikasikan untuk mengajar, melatih, dan membantu orang lain sejak 1997 hingga 2016. Dengan pikirannya yang tercerahkan, ia telah diberikan penghargaan (Satya Lancana Karya Satya 10 tahun) oleh Presiden Republik Indonesia.(*)

PDAM Makassar