SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Beda negara, beda bahasa, bahkan beda dialek saat menyebutkan satu kata yang sama. Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, menceritakan pengalamannya saat ia berkunjung ke Thailand.
Dalam kunjungannya ke Thailand tersebut, Agus menyempatkan berbelanja di salah satu toko. Pelayan toko tersebut rupanya mengetahui jika konsumen yang masuk ke tokonya adalah orang Sulsel.
“Pelayan tokonya bilang, ayah saya pernah belajar menenun sutera di Coppeng, jadi mereka menyebutnya bukan Soppeng, tapi Coppeng,” tutur Agus saat berbincang dengan sejumlah pelaku usaha industri sutera, di sela-sela pelaksanaan Silk Fashion Show, yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Rujab Gubernur, Minggu (15/10) malam.
Agus menuturkan, Sutera Bugis pernah mengalami kejayaan. Dibuktikan, dengan banyaknya negara lain yang datang untuk belajar menenun. Misalnya, Thailand.
“Kejayaan itu harus dikembalikan. Saat di Thailand, saya bahkan melihat langsung alat tenun mereka, dan persis seperti yang kita punya,” ujarnya.
Menurutnya, kendala yang dihadapi saat ini adalah telur sutera yang masih diimpor dari Cina. Untuk itu, budidayanya di Sulsel harus dilakukan. Yang paling penting, melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha.
“Desain dan coraknya, termasuk warna, juga harus menyesuaikan dengan tren,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, Silk Fashion Show ini dilaksanakan Dinas Perdagangan Sulsel. Meskipun sempat tertunda karena hujan, namun tidak menyurutkan minat para peserta dan desainer untuk menampilkan karya terbaiknya. Dalam acara ini, hadiah kepada pemenang diserahkan langsung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, didampingi Anggota DPR RI Indira Chunda Thita Syahrul. (*)









