SUARACELEBES.COM, TAKALAR –
Media PBB Proyek melalui Smart-Fish berkunjung di Desa Ujung Baji Kec. Sanrobone Kab. Takalar. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Takalar H. Syamsari,S.Pt.MM. selasa, 17 Juli 2018.
Kunjungan tersebut diketua oleh Koordinator tetap atau pemimpin tertinggi PBB untuk Indonesia Ms. Anita Nirody.
H. Syamsari dalam sambutan penerimaanya mengucapkan terima kasih atas bimbingan para nelayan di Kab. Takalar selama ini dalam upaya peningkatan produktifitas pengelolaan rumput laut.
Lanjut dikatakan, kunjungan ini sangat penting mengingat PBB sangat fokus dalam bagaimana SDGS dapat dilokalisasikan dan bagaimana kerjasama SDGS dengan daerah seperti di daerah kita ini Kab. Takalar dapat dibangun.

“Proyek smart-Fish ini merupakan salah satu Pembangunan berbasis pada desa sehingga dapat menjadi sekolah lapang untuk mengundang para warga pesisir Takalar lainnya, sehingga kehadiran tim ini juga dapat bermanfaat secara keseluruhan dari desa yang sama dari desa Ujung Baji. Saya berharap supaya menjadi pusat dari desa lain untuk ikut belajar berinovasi dalam pengembangan rumput laut yang dibawa oleh tim ini dan kerjasama ini dapat berkelanjutan”. Harap H. Syamsari.
Diharap bagaimana cara PBB dapat secara berkelanjutan untuk mengembangkan dukungannya untuk Kab. Takalar melalui implementasi dari prinsip-prinsip Sustainable dengan Development Goals (SDGs/Tujuan pembangunan berkelanjutan) dan mengembangkan teknology dalam perikanan sehingga dapat lebih berkembang lagi.
Sementara itu Koordinator tetap/ pemimpin tertinggi PBB untuk Indonesia Ms. Anita Nirody pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terkait hasil upaya PBB dalam mendukung pemerintah dalam mengimplementasikan SDGs di Indonesia.
Lanjut dijelaskan bahwa melalui program UNINDO Smart-Fish, selama ini telah bekerja untuk mengembangkan budidaya rumput laut dan pemrosesan makanan olahan berbahan dasar rumput sekaligus melakukan upaya pelestarian keanekaragaman hayati melalui promosi penggunaan bahan baku tersebut secara berkelanjutan.
“Smart-Fish adalah Program yang dikembangkan selama 5 tahun (2014-2019) dibawah UNINDO dan bekerjasama dengan Kementerian Perikanan. Dana sebesar 4.5 Juta Dolar Amerika (USD) yang digunakan berasal dari The Switzerland’s State Secretariat For Economi Affaird (SECO) dan difokuskan pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Indoensia di bidang Perikanan dengan tujuan utama untuk menguatkan kapasitas perdagangan di tiga rantai nilai yaitu rumput laut, ikan tuna dan patin”.
Dalam kunjungan tersebut dilakukan Talkshow tentang bagaimana cara mengembangkan rumput laut dengan baik lg melalui program Smart-Fish.
Kunjungan dihadiri oleh Perwakilan Unindo Untuk Indonesia dan Timur Leste Mr. Esam Al-Qararah perwakilan dari Agar Indo, consultant Smart-Fish Prof. Yana, ketua Kosperindo Arman Arfah, beberapa Kadis terkait, Para petani rumput laut, Perwakilan Group Perempuan pengolah bahan makanan berbahan rumput laut dan diliput sejumlah media cetak dan media Online.(*)









