SUARACELEBES.COM, MAKASSAR- Keputusan mengejutkan akhirnya diambil oleh Rusdi Masse (RMS). Dengan segala kekuatan berupa modal sosial politik yang melekat padanya, ia akhirnya memutuskan untuk tak melanjutkan niatnya maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel tahun 2018 mendatang.
Kekuatan politik berupa kontrol atas 7 kursi di parlemen Sulsel, kekuatan sosial berupa jejaring infrastruktur relawan di semua daerah dan keberhasilan memimpin Sidrap dalam dua periode kepemimpinannya serta kekuatan finansial yang diyakini tak berbatas, ditambah dengan pengendaliannya pada kepala daerah di beberapa kabupaten, sebenarnya adalah modal kuat untuk mencalonkan diri sebagai pelanjut Syahrul Yasin Limpo.
RMS punya segalanya untuk melanjutkan pencalonan. Tim kerjanya bahkan punya sarana dan prasarana yang terhitung paling lengkap dibanding tim lain. Sarananya boleh dibilang sebagai ‘one stop campaign’. Mulai dari distribusi, panggung, sound system, rigging plus event organizaer dia miliki. Ia bisa dengan mudah memobilisasi semua kekuatannya karena infrastruktur yang tersedia lengkap.
Keputusannya itu membuat RMS kini bak layang-layang putus. Melayang tanpa kendali dan kemudian menjadi incaran bagi figur lain yang masih melanjutkan pertarungannya. Dengan segala kekuatan yang ada padanya, wajar jika RMS kini menjadi incaran. Lalu, pada siapa layang-layang putus ini akan berlabuh.
Ichsan Yasin Limpo pernah memasukkan namanya sebagai salah satu calon pendamping. Kemesraan keduanya juga terajut karena kedekatan RMS dengan klan Yasin Limpo. Awal kemunculannya di blantika perpolitikan Sulsel juga sangat kental dengan gaya YL. Sokongan keluarga paling berkuasa di Sulsel ini mengantarnya sukses memegang tampuk kepemimpinan di Sidrap.
Namun kini, cerita manis RMS dan YL agaknya sudah usai. Setelah dengan tragis disingkirkan dari perebutan 02 pilihan IYL, RMS seperti memilih berjarak dari keluarga ini. Sepertinya layang-layang putus ini sulit lagi untuk menepi ke IYL.
Pasca tersisih dari IYL, pengusaha distribusi itu kini menyengat dengan munculnya wacana memasangkannya dengan Nurdin Abdullah. Bahkan, wacana itu mendorong lahirnya spekulasi bakal pecahnya kapal besar Nurdin Abdullah dan Tanribali Lamo. Namun, seiring dengan pernyataan tak mencalonkan diri itu, wacana NA – RMS yang bagi banyak kalangan sangat menjanjikan kini sirna.
Sang layang-layang putus itu kini menyeruakkan teka-teki baru.
Tanpa diduga RMS melancarkan manuver tak biasa dengan melingkar langsung ke jantung Partai Golkar, dengan mendekati Ketua Harian Golkar yang juga calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid.
Politik adalah negosiasi kepentingan dan itulah kini yang mungkin dilancarkan oleh sang layang-layang putus sebelum benar-benar jatuh ke tanah. Dengan NH, RMS punya banyak kepentingan. Istrinya di Sidrap, punya harapan besar membentuk koalisi super gemuk untuk menciptakan pilkada kotak kosong dan Golkar adalah salah satu penghambat niat itu.
RMS juga punya kepentingan di Sinjai dimana sang kakak, Taqyuddin Masse ikut bertarung. Di sisi lain, NH ingin pengendalian sepenuhnya atas beberapa daerah yang sudah dikuasainya. Pada beberapa daerah seperti Luwu Timur, Wajo, Enrekang, Parepare, dimana NH mengendalikan Bupati, menemui kerikil kecil menganggu karena wakil bupatinya di bawah kendali RMS.
Layang-layang putus mungkin saja tak akan menyentuh tanah. Apalagi, kekuatan koalisi nasional di Jakarta mulai campur tangan. Tak akan ada yang bisa menolak keinginan Jakarta ketika kemudian layang-layang putus diperintahkan hinggap di beringin rimbun. Kita nantikan saja.
Nurmal Idrus
Direktur Nurani Strategic









