banner dprd mkassar
Tak Berkategori  

HARUS REALISTIS

Oleh : MS Baso DN (Direktur Eksekutif Forsospolmas Sulsel)

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Harus Realistis. Bagaimana jika PSBB terus diterapkan? Terus sampai kapan berakhirnya? Haruskah kita terus ‘terpasung’? Hidup butuh keseimbangan. Butuh makan, butuh minum, butuh relaksasi. Anak anak butuh belajar di sekolah, butuh bermain, butuh rekreasi. Masyarakat, pegawai, karyawan, buruh, petani, nelayan, butuh uang untuk menutupi kebutuhan hidupnya. Tidak ada yg tahu persis langkah dan kebijakan apa yg paling tepat dalam penanganan virus corona covid19.

Jadi tak perlu buang buang energi pada perdebatan yg masih ‘abu-abu’. Coba bayangkan, dua atau tiga bulan kedepan atau bahkan hingga akhir tahun 2020 saja corona ini masih terus jadi penghalang dan jadi momok yang sangat menakutkan, maka akan muncul persoalan besar bangsa dan negara ini. Masyarakat, bangsa dan negara akan kehilangan ‘amunisi’ karena roda perekonomian, roda pemerintahan tidak berjalan normal, tidak ada satupun kegiatan pembangunan yang berjalan karena dananya terserap dan terpakai untuk penanganan virus bernama Corona. Akibatnya akan terjadi kemiskinan yang sistemik, masyarakat kesulitan untuk menghidupi kebutuhan hidupnya. Maka akan muncul persoalan sosial, kriminalitas, gangguan keamanan dan kenyamanan karena masyarakat butuh makan, butuh uang sekolah buat anak anaknya. Masyarakat butuh tempat ibadah sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan diri pada sang pencipta, Allah SWT.

Butuh siraman kalbu, penyejuk hati penenang jiwa dalam menghadapi situasi dan kondisi seperti saat ini, sehingga bisa ‘mengerem’ tindakan kemungkaran. Dan semakin ramai ibadah dan doa dilayangkan, maka Allah SWT akan mengabulkan doa dari salah satu diantara mereka yang berdoa dirumah Allah SWT. Oleh karena itu, jika pemerintah telah memberikan ruang dengan melonggarkan jalannya roda perekonomian dan juga pembukaan rumah rumah ibadah, mesjid dan sebagainya, maka kita harus sami”na wa atho’na, Sebenarnya simple saja, bagi mereka yang merasa masih was was dengan keberadaan virus corona dan persediaan amunisinya masih dirasa cukup untuk menutupi kebutuhan hidup beberapa bulan kedepan, maka langkah yang terbaik dilakukan adalah stay at home dan beribadah saja dirumah dan tak perlu melakukan aktivitas diluar rumah. Kita harus realistis dan menghargai orang lain yang telah mewakafkan diri mencari nafkah buat keluarganya dengan melakukan aktivitas bekerja dan bekerja. Karena baginya, jika pada situasi dan kondisi mereka sedang berjuang mencari nafkah lalu terkena musibah ataupun tiba ajalnya, maka itu juga bagian dari Jihad.

Kondisi yang sama juga berlaku bagi para muballiq, ustadz, ustadzah yang profesinya adalah penceramah dimana atas ilmu agama yang dimiliki mendapatkan ‘apresiasi’ tambahan dari masyarakat, maka dengan dibukanya kembalinya mesjid tentu beliau beliau juga ikut bersyukur. Bagaimana dengan profesi lainnya, pedagang, entertainer dan profesi lainnya juga pasti sudah diambang gulung tikar oleh karena beberapa bulan terakhir ini sama sekali tidak ada pendapatan. Lebih besar pasak daripada tiang, bahkan boleh jadi sama sekali tidak ada ‘tiangnya. Oleh karena itu harus realistis berjiwa besar, melihat secara bijak situasi dan kondisi saat ini. Jangan biarkan jutaan masyarakat yang berada ‘dijurang’ yang menganga harus terjatuh pada lubang yang sangat dalam dan kemungkinan tak dapat terselamatkan..

HARUS REALISTIS. Mari kita bersama sama mengikuti arahan Pemerintah dan Para Ulama, seraya berdoa agar virus corona segera berakhir dan kehidupan normal kembali seperti sediakala. Wallahu A’lam.

PDAM Makassar