SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan UKM terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi menuju ekonomi hijau (green economy) yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Komitmen ini dikukuhkan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mengoptimalkan Kolaborasi Pentahelix untuk Meningkatkan Pertumbuhan UMKM Berbasis Green Economy yang Berdaya Saing dan Inovatif” yang digelar di Hotel Melia Makassar, Selasa (21/10/2025).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, menyatakan harapannya agar forum ini mampu menghasilkan model kolaborasi pentahelix yang solid dan adaptif.
“Ketika pelaku UMKM menerapkan konsep green economy, mulai dari kemasan ramah lingkungan hingga proses produksi berkelanjutan, produk mereka akan punya nilai lebih dan daya saing tersendiri,” ujarnya.
Arlin juga menekankan tiga fokus utama pemerintah dalam pemberdayaan UMKM, yakni: kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembukaan gerai UMKM di 153 kelurahan sebagai sarana promosi dan penguatan pasar bagi pelaku usaha lokal.
Dalam kesempatan yang sama, keynote speaker dari Gerson Lehrman Group Inc., Musawwir Muhtar, menjelaskan pentingnya penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) dalam tata kelola bisnis, termasuk sektor UMKM.
“Krisis iklim berdampak langsung pada dunia usaha mulai dari rantai pasok hingga biaya energi, sehingga penerapan ESG menjadi kebutuhan agar bisnis tetap relevan di tengah perubahan global. ESG bukan cuma urusan CSR perusahaan besar. Ini adalah strategi bertahan dan tumbuh di pasar yang makin sadar akan keberlanjutan,” tegas Musawwir.
Widya dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Layanan Usaha Terpadu Sulawesi Selatan turut menyampaikan misi Plut dalam mendampingi pelaku UMKM dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan.
“Kami menyediakan pusat layanan pertama konsultasi dan pendampingan usaha, pendaftaran usaha melalui sistem perizinan berusaha terintegrasi elektronik, pelatihan teknis dan manajerial, pemenuhan sertifikasi dan standardisasi produk, serta pengembangan produk unggulan daerah,” jelas Widya.
Widya juga menambahkan bahwa layanan PLUT mencakup pengembangan kemasan produk, promosi dan pemasaran, informasi pasar, inkubasi bisnis, serta seleksi dan kurasi produk usaha mikro dan kecil.









