SUARACELEBES.COM, MAKASSAR- Sekretaris Golkar Makassar, Wahab Tahir telah menyatakan sikap untuk ikut berkontestasi di Pilwalkot Makassar mendatang. Bahkan dengan terang terangan Wahab Tahir ingin berpasangan dengan petahana Danny Pomanto.
Keinginan Wahab ini pun mendapat respon dari Ketua Bappilu Golkar Sulsel Kadir Halid. Meskipun sebelumnya pada penjaringan Balon Walikota internal Golkar Makassar , nama Wahab Tahir tidak tersorot.
“Semua kader Golkar diberi ruang untuk mengambil bahagian untuk ikut berkompetisi , termasuk keinginan Wahab Tahir yang ingin mendampingi petahana Danny Pomanto sebagai 02,”kata Kadir Halid Beberapa waktu lalu.
Terkait hal ini, pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Makassar, Andi Lukman mengatakan sebaiknya tim 9 penjaringan Pilkada DPD 1 Golkar Sulsel menghargai mekanisme yang sudah ada dan dilakukan dengan proporsional.
“Baik tim Penjaringan DPD II, DPD I hingga ketingkat DPP harus tetap menghargai dan menjalankan sesuai dengan mekanisme yang ada, jangan Hanya hanya persoalan kedekatan tiba tiba memunculkan nama figur lain. Ini akan merusak mekanisme yang sudah dibangun oleh partai Golkar,”kata Andi Lukman, Rabu (23/08/2018).
Andi Lukman menyarankan pihak DPP dan DPD I Golkar tetap menjalankan mekamisme yang ada dengan memprioritaskan nama – nama yang sudah diserahkan ke DPP untuk diusung sebagai calon wali kota Makassar.
“Pihak DPP Golkar harus tetap konsisten memprioritaskan nama yang telah diserahkan oleh Tim Penjaringan. Karena jika mengambil nama diluar penjaringan akan mencederai mekanisme yang ada,” ungkap Lukman.
Jika tim penjaringan dan Pihak DPP tetap memprioritas nama diluar penjaringan, menurut Andi Lukman hal tersebut akan berdampak negatif terhadap publik. “Ini akan berdampak ketidak percayaan masyarakat terhadap partai Golkar, karena telah melanggar aturan yang dibuat,” tambahnya.
Seperti diketahui akhir – akhir ini tim penjaringan Pilkada DPD I Golkar Sulsel yang diketuai Kadir Halid telah mengirim lima nama ke DPP Golkar untuk usung menjadi bakal calon wali kota Makassar. Kelima nama tersebut masing-masing Rusdin Abdullah, Farouk M Beta, Danny Pomanto, Munafri Arifuddin, dan Irman Yasin Limpo. (*)









