SUARACELEBES.COM, BENGKULU – Tabungan Simpeda yang dihimpun Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari masyarakat di seluruh Indonesia telah menembus Rp75 triliun. Di tengah capaian penghimpunan dana tersebut, seorang nasabah Bank Kalbar membawa pulang hadiah utama Rp500 juta dalam Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026.
Undian nasional ini digelar Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) bersama PT. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) di Halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (21/8/2026).
Malam puncak penarikan undian mengusung tema “Bumi Merah Putih Menyatukan Negeri” ini menjadi ajang berkumpulnya BPD dari berbagai wilayah Indonesia. Selain memberikan apresiasi kepada nasabah, agenda ini juga menegaskan kembali bahwa posisi Tabungan Simpeda sebagai salah satu produk penghimpunan dana masyarakat yang dikelola jaringan BPD.
Ketua Umum Asbanda Agus Haryoto Widodo mengatakan, pencapaian saldo Tabungan Simpeda yang telah mencapai Rp75 triliun bukan hanya sekadar menggambarkan besarnya dana masyarakat yang berhasil dihimpun. Lebih dari itu, angka-angka itu mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BPD.
“Saldo Tabungan Simpeda secara nasional sudah mencapai Rp75 triliun, angka yang luar biasa. Tetapi bagi kami yang jauh lebih penting adalah kepercayaan masyarakat yang ada di belakangnya sebagai penabung Simpeda,” ujar Agus.
Menurut Agus lagi, dana masyarakat yang dihimpun melalui Simpeda kemudian dikelola dan disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan. Penyaluran tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta dunia usaha.
“Uang yang Bapak dan Ibu tabungkan tidak ‘diam’. Dana tersebut dikelola dengan hati-hati dan kemudian disalurkan kembali menjadi pembiayaan kepada masyarakat, kepada UMKM, dunia usaha, dan menggerakkan ekonomi,” katanya.
Simpeda Didorong Masuk Lebih Dalam ke Ekosistem Digital
Besarnya dana yang dihimpun melalui Simpeda juga dibarengi dengan tantangan untuk menjaga relevansi produk di tengah perubahan perilaku masyarakat.
Agus mengatakan, transformasi digital menjadi salah satu agenda penting yang perlu diperkuat oleh 27 BPD di Indonesia. Simpeda, kata dia, harus semakin mudah digunakan dalam berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari.
“Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, untuk membayar, untuk belanja, untuk transfer, dan untuk transaksi digital,” ujarnya.
Karena itu, BPD didorong memperkuat inovasi layanan digital, memperluas jaringan merchant, serta membangun ekosistem pembayaran yang mampu menjadikan Simpeda semakin praktis dan kompetitif.
Menurut Agus, modernisasi tersebut tetap harus mempertahankan karakter utama BPD, yakni kedekatan dengan masyarakat dan kemampuan memahami kebutuhan ekonomi daerah.
“Simpeda harus semakin modern, semakin digital, semakin mudah digunakan, tetapi tetap mempunyai satu kekuatan yang tidak boleh hilang, dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan kepercayaan dan pelayanan kepada nasabah.
“Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya hadiah undian malam ini. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan, dan pelayanan yang semakin baik,” katanya.
Nasabah Bank Kalbar Raih Hadiah Utama
Dalam Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026, total hadiah yang disediakan mencapai Rp3 miliar.
Hadiah utama senilai Rp500 juta berhasil dimenangkan oleh seorang nasabah Bank Kalbar. Kemenangan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam malam puncak undian yang berlangsung di Bengkulu.
Sementara itu, hadiah kedua masing-masing senilai Rp100 juta diberikan kepada empat nasabah dari Bank Kalsel, Bank Jakarta, Bank BPD DIY, dan Bank Bengkulu.
Untuk Bank Bengkulu selaku tuan rumah, hadiah Rp100 juta diraih Devi Rahmawati, nasabah Capem Sudirman Kota.
Penarikan undian tersebut disaksikan dan disahkan oleh perwakilan Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, kepolisian, dan notaris.
Sementara hadiah ketiga hingga kedelapan telah diundi sebelumnya setelah dilakukan proses penyegelan alat Undian Nasional Tabungan Simpeda pada Rabu (19/8/2026).
Rangkaian Undian Berlangsung Tiga Hari
Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi mengatakan, rangkaian kegiatan Undian Nasional Tabungan Simpeda 2026 telah dimulai sejak Rabu, 19 Agustus 2026.
Agenda diawali dengan penyegelan alat undi yang disaksikan oleh Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, kepolisian, dan notaris. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gala dinner di Benteng Marlborough pada Kamis (20/8/2026).
Pada Jumat pagi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional di Grand Ballroom Hotel Mercure sebelum ditutup dengan malam puncak penarikan undian.
“Malam ini akan kita saksikan bersama pengundian hadiah pertama sebesar Rp500 juta dan hadiah kedua sebesar Rp100 juta, empat orang masing-masing Rp100 juta,” ujar Iswahyudi.
Bengkulu Jadi Titik Temu BPD
Mengusung tema “Bumi Merah Putih Menyatukan Negeri”, Iswahyudi mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda undian, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kebersamaan dan sinergi antar-BPD.
Menurut dia, kehadiran BPD dari berbagai wilayah Indonesia di Bengkulu menggambarkan semangat persatuan dalam membangun perekonomian daerah melalui industri perbankan.
“Dari Bengkulu, dari Sumatra, dari berbagai penjuru Indonesia kita bertemu dalam satu semangat, satu kebersamaan, dan satu tujuan,” katanya.
Malam puncak tersebut turut dihadiri Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, jajaran direksi BPD, serta sejumlah pemangku kepentingan. Acara juga dimeriahkan penampilan grup musik Ungu.
Selain hadiah untuk nasabah, Bank Bengkulu menyediakan hadiah tambahan bagi masyarakat yang hadir langsung dalam acara berupa satu unit sepeda motor dan tiga unit telepon genggam.
Hadiah tambahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Bank Bengkulu memperkenalkan dan menyosialisasikan Tabungan Simpeda kepada masyarakat.
Bank Kalsel Jadi Tuan Rumah Undian 2027
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Asbanda menetapkan Bank Kalsel sebagai tuan rumah Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda berikutnya.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Kalimantan Selatan pada April 2027.
Selain agenda perbankan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi sosial. Asbanda menyerahkan bantuan senilai Rp50 juta bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dengan saldo Simpeda yang telah mencapai Rp75 triliun, BPD memiliki basis dana masyarakat yang besar untuk terus memperkuat fungsi intermediasi perbankan. Tantangan berikutnya adalah memastikan dana tersebut tetap tumbuh sekaligus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pembiayaan produktif dan layanan perbankan yang semakin mudah, aman, dan digital. (*)









