SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Perjalanan Andi Rachmat Darmawan sebagai mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) memasuki babak akhir dengan sebuah pencapaian istimewa.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Bosowa tersebut berhasil meraih medali emas cabang olahraga Taekwondo pada ajang Elevenkick Challenge 2026 yang berlangsung di GOR UMI Makassar, Minggu (23/8/2026).
Andi Rachmat Darmawan yang akrab disapa Andi Amat turun pada kategori Senior Putra kelas 68 kilogram. Medali emas tersebut terasa semakin spesial karena diraih hanya beberapa hari setelah dirinya menyelesaikan ujian tutup pada Rabu (19/8/2026), sekaligus menjadi salah satu pencapaian terakhirnya sebelum menuntaskan perjalanan sebagai mahasiswa Unibos dan menuju wisuda pada 2026.
Bagi Andi Amat, kemenangan tersebut bukan sekadar hasil dari sebuah pertandingan. Medali emas itu menjadi simbol perjalanan empat tahunnya di Universitas Bosowa sejak 2022, sebuah perjalanan yang ia mulai dengan semangat berprestasi dan kini ia tutup dengan pencapaian serupa.
“Medali ini saya persembahkan khusus untuk Almarhum Ayahanda saya tercinta dan juga untuk Universitas Bosowa Kota Makassar. Ini menjadi persembahan terakhir saya sebagai mahasiswa sebelum menuju wisuda,” ujar Andi Amat.
Perjalanan Andi Amat di Unibos memiliki cerita yang unik. Ia mengawali masa perkuliahan pada 2022 dengan membawa semangat untuk terus berprestasi. Empat tahun kemudian, menjelang kelulusan, ia kembali mempersembahkan medali emas untuk almamater.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi seperti sebuah lingkaran perjalanan yang lengkap. Selama menjadi mahasiswa, ia tidak hanya menjalankan tanggung jawab akademik sebagai mahasiswa Ilmu Hukum, tetapi juga terus mengembangkan potensi di bidang olahraga.
“Sejak tahun 2022 saya berusaha mempersembahkan prestasi untuk kampus tercinta Universitas Bosowa. Saya mengawali perjalanan di kampus dengan medali emas dan Alhamdulillah mengakhirinya juga dengan medali emas pada tahun 2026,” tuturnya.
Ia menyadari bahwa mempertahankan performa sebagai atlet sekaligus menyelesaikan studi bukanlah hal yang mudah. Persiapan kompetisi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab akademik, terlebih dirinya tengah berada di penghujung masa studi.
Baginya, kunci untuk melewati keduanya adalah konsistensi, disiplin, kemampuan menjaga kondisi fisik dan mental, serta fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai.
Tidak hanya menorehkan prestasi di arena pertandingan, Andi Amat juga telah menyelesaikan perjalanan akademiknya di Fakultas Hukum Universitas Bosowa.
Pada ujian tutup Rabu (19/8/2026), ia mempertahankan skripsi berjudul “Analisis Penerapan Asas Transparansi Dalam Pengelolaan Dana Hibah Peningkatan Kualitas Olahraga di Kota Makassar.”
Pilihan topik tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pengalaman Andi Amat sebagai atlet. Dunia olahraga yang selama ini dijalaninya menjadi perspektif tersendiri dalam melihat persoalan tata kelola dan transparansi pengelolaan dana hibah olahraga.
Perpaduan antara pengalaman praktis sebagai atlet dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan hukum menjadi bagian dari perjalanan akademik Andi Amat di Unibos.
Di balik pencapaian tersebut, Andi Amat menyampaikan apresiasi kepada keluarga, pelatih, teman-teman, serta Universitas Bosowa yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalani proses pendidikan sekaligus mengembangkan prestasi di bidang olahraga.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pimpinan Fakultas Hukum Universitas Bosowa, mulai dari Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, hingga seluruh sivitas akademika yang telah mendukung perjalanan dirinya sejak pertama kali menjadi mahasiswa.
Menurutnya, lingkungan kampus memberikan ruang untuk berkembang tidak hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai kesempatan untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di luar bidang akademik.
Karena itu, ia berharap mahasiswa Unibos lainnya tidak membatasi diri hanya pada pencapaian akademik.
“Jangan pernah membatasi diri hanya karena merasa kuliah adalah satu-satunya tanggung jawab. Akademik memang penting, tetapi potensi di luar akademik juga harus dikembangkan. Jangan takut mengikuti kompetisi, jangan takut mencoba, dan jangan menunggu sampai merasa sempurna,” pesannya.
Ia menilai setiap mahasiswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila berani mengambil kesempatan dan konsisten menjalani proses.
Kini, setelah menyelesaikan studi dan kembali meraih medali emas, Andi Amat bersiap meninggalkan statusnya sebagai mahasiswa dan melangkah menuju fase baru sebagai seorang sarjana.
Medali emas Elevenkick Challenge 2026 pun menjadi lebih dari sekadar penghargaan. Ia menjadi kado penutup perjalanan empat tahun di Universitas Bosowa—masuk membawa prestasi, bertumbuh bersama almamater, menyelesaikan studi, dan pulang menuju wisuda dengan kembali membawa emas.
“Semoga prestasi ini bisa menjadi kenangan dan persembahan terbaik saya untuk Universitas Bosowa. Terima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan selama perjalanan saya dari tahun 2022 hingga 2026,” pungkasnya.









