SUARACELEBES.COM, MAKASSR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi bersama para pelaku usaha ekspedisi di Ruang Rapat Kepala Dinas, Rabu (26/11/2025). Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Makassar, Muhammad Rheza, S.STP., M.Si., dan dihadiri jajaran pejabat seperti Kepala Bidang Terminal, Perparkiran, Audit, dan Inspeksi.
Rapat tersebut digelar sebagai langkah penyamaan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha ekspedisi dalam menata arus pergerakan barang agar lebih tertib, aman, dan efisien. Dishub menilai bahwa persoalan di lapangan harus dipahami berdasarkan masukan langsung dari para pelaku usaha yang setiap hari beroperasi di sektor logistik.
Muhammad Rheza menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah untuk mengevaluasi kondisi nyata di lapangan, khususnya aktivitas distribusi barang yang kerap menjadi sorotan masyarakat.
“Rapat ini supaya kita bisa saling menyapa dan mengevaluasi. Tanpa pertemuan seperti ini, kami belum tentu tahu apa yang terjadi di bawah,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa selama ini Dishub memiliki asumsi yang belum tentu sesuai dengan kondisi sesungguhnya. Setelah mendengar penjelasan dari para pelaku usaha, terlihat bahwa faktor penyebab kesemrawutan arus kendaraan lebih kompleks dari dugaan awal.
“Selama ini kami hanya melihat dari atas bahwa kesemrawutan disebabkan aktivitas ekspedisi. Tapi setelah mendengar penjelasan Bapak dan Ibu, ternyata banyak faktor lain yang terjadi di lapangan. Itulah pentingnya kita bertemu,” jelasnya.
Kadishub menegaskan bahwa rapat ini merupakan tahap pertama dari tiga rangkaian pembahasan yang telah dirancang. Pada pertemuan berikutnya, lebih banyak instansi dan stakeholder akan dilibatkan untuk memperluas sudut pandang dan memperkuat solusi bersama.
“Ini baru tahap pertama. Nanti akan ada pertemuan lanjutan yang menghadirkan lebih banyak pihak. Kita ingin menemukan solusi yang adil bagi semua,” katanya.
Ia menambahkan bahwa upaya penataan arus logistik akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, serta tetap mengedepankan sinergi antara Dishub dan Pemerintah Kota Makassar.
“Langkah yang diambil nanti bukan hanya penindakan, tetapi juga perbaikan sistem. Pertama-tama kita harus memahami masalahnya dengan benar. Itulah yang kita lakukan hari ini,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan pelaku usaha ekspedisi, dr. Salma, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, forum ini penting sebagai wadah penyampaian kendala yang dihadapi para pelaku usaha secara langsung.
“Ini sudah sangat bagus sekali, karena ini untuk menemukan solusi apa yang dialami dari pihak Dishub dan Kepolisian untuk mengurangi kemacetan di Kota Makassar, khususnya di daerah yang penuh dengan ekspedisi seperti Tallo dan Wajo,” ungkapnya.
Ia menilai pemerintah perlu rutin mengadakan pertemuan seperti ini agar persoalan lapangan dapat dipantau dan ditangani dengan lebih tepat.
“Kegiatan seperti ini sangat bagus sekali supaya bisa mendengarkan keluhan dari pengusaha-pengusaha ekspedisi,” jelasnya.
dr. Salma juga menekankan perlunya lokasi khusus untuk aktivitas bongkar muat barang. Menurutnya, hal tersebut adalah solusi mendasar untuk mengurai kemacetan yang selama ini terjadi.
“Kalau pemerintah menyediakan tempat khusus, itu akan lebih terfokus. Ini tidak akan selesai kalau tidak ada lokasi yang jelas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa kemacetan tidak sepenuhnya disebabkan oleh ekspedisi, melainkan oleh kendaraan pengantar barang dari luar kota yang sering parkir sembarangan.
“Orang dari daerah sering parkir sembarang tempat, memakai badan jalan. Jadi itu yang harus ditindak,” tegasnya.
dr. Salma bahkan mendukung langkah Dishub untuk memberikan sanksi tegas, termasuk penggembokan ban kendaraan bermasalah.
“Kalau ada upaya menggembok atau memberikan peringatan tegas, saya sangat setuju. Jangan kalau ada macet, selalu ekspedisi yang disalahkan,” katanya.
Ia berharap sinergi antara Pemkot Makassar, Dishub, dan pelaku usaha dapat terus terjalin demi kelancaran arus logistik kota.
Rapat koordinasi ini akan menjadi bahan dasar bagi Dishub Makassar dalam merumuskan kebijakan penataan distribusi barang serta pengaturan operasional kendaraan ekspedisi ke depan, sehingga sistem logistik di Kota Makassar dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan berkelanjutan.









