Perhatikan Resiko Penyuluh KB, Bupati Barru: Harus Ada Jaminan Asuransi

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, BARRU- Bupati Barru Suardi Saleh tak ingin sekadar melihat sukarelawan atau penyuluh KB hanya menjalankan tugasnya semata. Lebih dari itu, ia menginginkan ada jaminan perlindungan terhadap tanggung jawab yang diemban para penyuluh.

Saat menghadiri sosialisasi Kelangsungan Hidup Ibu Bayi dan Anak (KHIBA) di Baruga Singkeru Ada’e, Kamis (26/12/19), Suardi Saleh berkomitmen untuk memperhatikan nasib penyuluh KB.

“Para penyuluh KB harus dijamin dengan asuransi kesehatan, jaminan kecelakaan, dan jaminan hari tua. Kenapa? Karena kita tidak tahu tidak yang namanya kecelakan kerja,” kata Suardi Saleh saat memberikan pengarahan di depan ratusan penyuluh se Kabupaten Barru.

Selain soal jaminan kesehatan, Suardi Saleh yang tampil bersama narasumber lain, yakni Anggota DPR RI Hasnah Syam, juga mengingatkan soal antisipasi kematian ibu saat melahirkan. Menurutnya, hal itu bisa diminimalisir sedini mungkin dengan pendekatan sosialisasi langsung ke warga.

“Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menekan dan mengurangi peristiwa yang menyedihkan itu. Salah satunya, kita harus berani memberikan perlindungan terhadap hak-hak reproduksi ibu, seperti kapan ia menghendaki hamil, berapa kali hamil, berapa jumlah anak yang akan dilahirkan. Begitu pun berapa jarak dan sebagainya,” urai Suardi Saleh.

Sementara itu, Hasnah Syam yang sejak dulu memang dikenal punya perhatian lebih terhadap kesehatan masyarakat, mengurai jika tujuan dari sosialisasi KHIBA ini, yakni meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para penyuluh dan masyarakat.

Menurutnya, seiring dengan masih adanya kasus kematian ibu karena melahirkan, maupun ke bayi, maka sosialisasi seperti ini dinilai sangat penting. Selain antisipasi dini, juga memberi edukasi yang baik untuk membangun keluarga sehat dan berkualitas.

Tak hanya itu, Ketua TP PKK Barru yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI, juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan insentif para penyuluh di Barru. Alasannya sama, selain punya beban kerja yang berat, mereka menjangkau wilayah-wilayah terpencil atau pedalaman.

“Dengan tugas mulia yang di emban para penyuluh, rasanya saya tidak tega dengan insentif yang tidak sesuai. Untuk itu, Insyaallah saya akan memperjuangkannya di pusat,” tegas Hasnah yang disambut aplaus oleh para penyuluh.

Dalam kesempatan ini, Hasnah yang tak lain mantan Kepala Dinas Kesehatan Barru, memberikan seragam khusus kepala seluruh penyuluh di setiap dusun se Kabupaten Barru, sembari memotivasi untuk terus mengabdi bagi bangsa dan negara.(*)

Andi Muhammad Fadli