Proyek Air Baku Malilin 47 Miliar Mangkrak Nurdin Abdullah  : Kita Akan Telusuri

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah tengah menelusuri proyek milik Kantor Balai Pompengan bernilai Rp47.122.000.00 yang diduga mangkrak selama kurang lebih lima tahun.

Proyek itu terkait penyediaan air baku Sungai Malilin yang berada di Lembang Uluway, Kecamatan Mangkendek, Kabupaten Tana Toraja.

Mangkraknya pekerjaan yang bernilai puluhan miliar tersebut sudah pernah dilaporkan langsung oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara beberapa waktu lalu ke gubernur.

“Segera kita tindaklanjuti dengan meninjau ulang kembali proyek yang diduga mangkrak itu,” kata Nurdin Abdullah saat peresmian Masjid Mi’raatul Khaerat di Jln. Abubakar Lambogo, Jumat (27/12/2019).

NA panggilan Bupati Bantaeng dua periode itu mengatakan, saat ini masyarakat sangat membutuhkan air baku karena hal itu menjadi kebutuhan dasar.

Untuk itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan jajarannya untuk turun ke lapangan menunjau secara langsung proyek tersebut.

“Tentu sangat disayangkan jika sampai proyek itu mangkrak apalagi itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat,”urainya.

Tak hanya menindaklanjuti dengan meninjau proyek itu, gubernur juga akan mencari tahu permasalahan utamanya.

“Insya Allah kita akan cek apa persoalannya.” tegasnya.

Sementara pihak Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang yang ditemui di kantornya, enggan memberi tanggapan mengenai dugaan mandeknya pembangunan proyek yang menelan dana 47.122.000.000,- dibangun sejak lima tahun lalu namun tidak bisa digunakan.

“Maaf pak bukan kapasitas saya untuk menjawab itu. Sebaiknya menyurat saja dulu. Nanti kami teruskan kepada pimpinan kami.” ujar Sekretaris Kepala Balai, Nawir.

Sebagaimana diketahui, keluhan proyek itu disampaikan Wabup Tana Toraja ke gubernur Sulsel, saat kunjungan kerja gubernur, 21 November 2019.

Kepada gubernur, Victor berharap kiranya Pemprov melakukan upaya agar instalasi air bersih dari Malillin, Lembang Uluway bisa difungsikan apalagi pengerjaan sudah 5 tahun. (*)

Andi Muhammad Fadli