banner dprd mkassar

Tim Desk PPDM Gelar Edukasi Calon PMI di Sulsel, Dorong Peningkatan Devisa Negara dan Cegah Pinjol

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Tim Desk Peningkatan Penerimaan Devisa Negara (PPDM) memberikan edukasi kepada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya di Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini digelar di Hotel Rinra Makassar, kamis (28/08), yang dihadiri sekitar 350 peserta, untuk memperkuat perlindungan PMI sekaligus mendorong kontribusi mereka dalam peningkatan devisa negara.

Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen, Sarjono Turin, menegaskan bahwa pembentukan Desk PPDM merupakan bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Desk PPDM dibentuk untuk meningkatkan ketahanan pangan dan penerimaan devisa negara. Sulsel sendiri memiliki jumlah calon PMI cukup besar, sekitar 1.000 orang setiap tahun, sehingga penting dilakukan edukasi langsung bagi mereka dan keluarganya,” jelasnya.

Sarjono menyebut Desk PPDM memiliki tiga bidang kerja, yakni peningkatan devisa melalui sektor impor, ekspor, dan jasa.

“Salah satu yang paling signifikan tentu berasal dari remitansi PMI. Edukasi ini juga bertujuan agar PMI terhindar dari penipuan, jerat pinjaman online, hingga perilaku konsumtif, sehingga penghasilan mereka benar-benar bermanfaat untuk keluarga dan peningkatan ekonomi daerah asal,” tambahnya.

Data menunjukkan, pada 2024–2025 jumlah penempatan PMI asal Sulsel mencapai 1.329 orang dengan negara tujuan Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Selandia Baru.

Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Sulsel, Akhryanto, yang hadir membacakan sambutan Gubernur Sulsel, menyampaikan apresiasi atas penempatan kegiatan ini di Makassar. Menurutnya, edukasi bagi calon PMI penting sebagai bekal bekerja di luar negeri, mulai dari pemahaman hak asasi, aturan ketenagakerjaan, hingga keterampilan mengelola keuangan.

“PMI bukan hanya pahlawan keluarga, tetapi juga pahlawan devisa negara. Oleh karena itu, penghasilan yang mereka dapatkan harus dikelola dengan baik, bukan untuk konsumtif, tetapi untuk kepentingan jangka panjang seperti usaha produktif, pertanian, atau perkebunan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel berharap kehadiran Desk PPDM dapat memperkuat sinergi lintas lembaga untuk menekan angka pengangguran, mengurangi kemiskinan, serta menjadikan Sulsel sebagai pusat embarkasi pemrosesan PMI di kawasan Indonesia Timur.

Salah satu materi utama dalam edukasi ini adalah pemanfaatan transaksi digital melalui QRIS. Dengan penggunaan QRIS, remitansi PMI dari luar negeri dapat langsung masuk ke sistem keuangan nasional sehingga menambah devisa negara.

Saat ini, kerja sama penggunaan QRIS baru berjalan di tiga negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Jepang, namun ke depan diharapkan meluas ke negara lain.

Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi menegaskan, kontribusi PMI terhadap devisa negara sangat signifikan.

“PMI adalah penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor migas. Pada 2024, remitansi mencapai Rp253,3 triliun yang sebagian besar dikirimkan ke keluarga di tanah air. Biasanya terjadi eskalasi pengiriman pada momentum hari raya seperti Idulfitri dan Tahun Baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan remitansi sebaiknya diarahkan pada hal-hal produktif.

“Uang kiriman PMI jangan habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi perlu dipersiapkan untuk masa depan. Setelah kembali, mereka bisa membangun usaha, baik di sektor pertanian maupun perkebunan, sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan pedesaan,” ujarnya.

Berdasarkan data BP2MI, distribusi PMI terbesar pada 2024 berasal dari Hong Kong (99.773 orang), Taiwan (84.581 orang), Malaysia (51.723 orang), dan Arab Saudi (7.759 orang). Hal ini menunjukkan besarnya potensi remitansi yang dapat terus dioptimalkan untuk pembangunan ekonomi nasional maupun daerah. (*)

 

PDAM Makassar