SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Bisnis dan Pengajuan Proposal Pinjaman bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Kota Makassar.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Claro Makassar dan diikuti oleh 153 orang pengurus koperasi dari berbagai kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan esensial dalam mengelola koperasi secara efektif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Diharapkan para pengurus koperasi mampu menyusun rencana bisnis yang terarah, profesional, dan berkelanjutan,” ujar Arlin, Selasa (28/10/2025)
Lebih lanjut, Arlin menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam menyelaraskan program nasional sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi di tingkat kelurahan.
Adapun tujuan pelaksanaan bimtek ini antara lain untuk Meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus koperasi dalam bidang manajemen, tata kelola, dan pelaporan keuangan. Mendorong kemampuan teknis pengurus dalam menyusun proposal usaha, melakukan profiling koperasi, serta memahami mekanisme pembiayaan dan kemitraan strategis.
“Membangun jejaring sinergis antar Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Makassar dalam semangat kolaborasi dan saling mendukung dab Meningkatkan pemahaman tentang model bisnis koperasi untuk menemukan peluang usaha baru yang potensial,” itulah tujuannya sebut Arlin
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan HAM, H. Akhmad Namsum, turut membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Akhmad Namsum menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih memiliki peran strategis dalam memberdayakan masyarakat dan memperkuat perekonomian lokal.
“Koperasi menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM hingga ke tingkat kelurahan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya koperasi yang belum memiliki arah dan strategi pengelolaan usaha yang jelas, sehingga sulit berkembang bahkan berisiko stagnan.
“Bimbingan teknis ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan peta jalan menuju keberhasilan koperasi. Dengan rencana bisnis yang baik, koperasi akan memiliki arah usaha yang jelas, mampu membaca peluang pasar, dan menyusun proyeksi keuangan yang realistis,” jelasnya.
Lebih lanjut, mantan Kepala BKPSDMD Kota Makassar ini berpesan agar para peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.
“Jangan hanya hadir secara fisik, tetapi hadirkan pula semangat belajar, semangat berubah, dan semangat berinovasi. Koperasi tidak boleh puas hanya dengan bertahan hidup — koperasi harus tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat luas,” tegas Namsum.









