SUARACELEBES.COM, MAKASSAR -Direktur Eksekutif PT Duta Politika Indonesia (DPI), Dedi Alamsyah Mannaroi mengaku kaget membaca sebuah berita yang mengatakan bahwa hasil survey salah satu Cagub Sulsel naik 9 persen.
Bahkan pengaruh naiknya ialah karena faktor calon wakil gubernur.
“Saya melihat ada gelagat pihak yang ingin melakukan politik survey bukan survey politik di pilgub Sulsel ini. Sangat bodoh rasanya jika ada yang mau lakukan hal itu” kata Dedi Alamsyah di sebuah cafe di kawasan Boulevard Makassar, Selasa (31/10/2017).
Dedi Alamsyah menjelaskan, dalam teori politik apalagi bicara riset tidak masuk akal jika karena faktor calon Wakil Gubernur bisa mendongkrak survey hingga 9 persen. “Itu tidak masuk akal, perlu dipertanyakan hasil Surveinya.
Apalagi mereka resmi berpasangan baru berjalan sekitar 24 hari.Sementara survey yang dilakukan bulan september, itu artinya survey itu dilakukan sebelum mereka berpasangan dan memasang atribut,” jelas Dedi Alamsyah.
Dedi mengatakan, bahwa dirinya tidak mempermasalahkan siapa yang survey, hanya saja kasiham lembaga sebesar SMRC dicatut namanya untuk kebodohan sekelompok orang melakukan Politik Survey. “Saya cek kok ke teman – teman SMRC mereka ga pernah keluarkan atau rilis hasil survey awal bulan atau minggu ini,” ujar dedi.
Dedi pun menyarankan agar kandidit di Polkada serentak baik pemilihan Walikota, Bupati dan Gubernur untuk tidak melakukan politik survey. “Saran saya sudahi politik survey, ayo kita lakukan survey politik,” tutup Dedi.(*)









