banner dprd mkassar

LSP P1 UNIBOS Jadi Rujukan, Universitas Khairun Jajaki Penguatan Sertifikasi Profesi dan Persiapan TUK

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Universitas Bosowa (Unibos) terus memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem sertifikasi kompetensi di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut tercermin melalui kunjungan studi tiru Universitas Khairun (Unkhair) ke LSP P1 Unibos, Rabu (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Bosowa ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan lembaga sertifikasi profesi, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam penguatan kompetensi sumber daya manusia dan pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Rombongan Universitas Khairun dipimpin oleh Mohamad Abjan Fabanjo, S.P., M.Si. selaku Wakil Dekan I Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, bersama Dr. Inayah, S.Pi., M.Si. selaku dosen sekaligus PIC Studi Tiru.

Kedatangan rombongan diterima oleh jajaran LSP P1 Universitas Bosowa, di antaranya Ketua LSP P1 Unibos, Dr. Ratnawati, S.Pi., M.Si., serta Dewi Andriani, SST.Par., M.Par. dari Bidang Sertifikasi dan Standardisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LSP P1 Unibos, Dr. Ratnawati, menyambut baik pelaksanaan studi tiru sebagai langkah awal membangun jejaring dan kolaborasi antarpenguruan tinggi, khususnya dalam penguatan sertifikasi kompetensi di Kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pengelolaan dan tata kelola LSP P1 Universitas Bosowa. Rombongan Universitas Khairun memperoleh gambaran mengenai berbagai aspek pelaksanaan sertifikasi, mulai dari struktur organisasi, mekanisme penyelenggaraan sertifikasi kompetensi, hingga proses koordinasi dalam menjalankan program sertifikasi yang telah diverifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai tantangan dan peluang dalam membangun sistem sertifikasi profesi yang kredibel serta sesuai dengan standar kompetensi.

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah peluang kolaborasi antara Universitas Khairun dan Universitas Bosowa dalam bidang pelatihan serta sertifikasi asesor kompetensi.

Keberadaan asesor yang memiliki kompetensi menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan sertifikasi. Karena itu, kedua perguruan tinggi membuka peluang sinergi untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga asesor sesuai standar yang berlaku.

“Keberadaan asesor bukan hanya untuk melaksanakan asesmen, tetapi juga memahami kebutuhan industri sehingga dapat membantu perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja dan profesional,” ungkap Dr. Ratnawati, S.Pi., M.Si.

Selain penguatan kapasitas asesor, pembahasan juga mencakup peluang pelaksanaan sertifikasi teknis bagi mahasiswa berdasarkan skema kompetensi yang relevan dengan bidang keilmuan dan kebutuhan dunia kerja.

Bagi perguruan tinggi, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen penting untuk melengkapi capaian akademik mahasiswa. Lulusan tidak hanya dibekali dengan ijazah, tetapi juga memiliki bukti pengakuan atas kompetensi profesional yang dimiliki.

Dalam kunjungan tersebut, Universitas Khairun juga menjadikan pengalaman LSP P1 Unibos sebagai salah satu referensi dalam mempersiapkan penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di lingkungan kampus.

Persiapan tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengikuti asesmen kompetensi dan memperoleh pengakuan sesuai dengan skema sertifikasi yang tersedia.

Melalui pelaksanaan studi tiru ini, LSP P1 Universitas Bosowa kembali menunjukkan kontribusinya sebagai bagian dari penguatan budaya kompetensi di perguruan tinggi. Pengelolaan sertifikasi yang terstruktur tidak hanya mendukung kesiapan lulusan menghadapi dunia profesional, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antarinstitusi pendidikan tinggi.

Sinergi antara Universitas Khairun dan LSP P1 Unibos diharapkan dapat terus berkembang melalui program-program konkret, mulai dari peningkatan kapasitas asesor, pengembangan sertifikasi kompetensi, hingga penguatan kesiapan Tempat Uji Kompetensi.

Melalui langkah tersebut, Universitas Bosowa terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki capaian akademik, tetapi juga dibekali kompetensi profesional yang dapat menjadi nilai tambah dalam memasuki dunia kerja.

Kunjungan studi tiru ini sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan LSP P1 Unibos terus mendapat kepercayaan sebagai ruang berbagi pengalaman dan pengembangan ekosistem sertifikasi kompetensi, khususnya bagi perguruan tinggi di Kawasan Indonesia Timur.

PDAM Makassar