banner dprd mkassar
Mamuju  

Forkonas PPDOB Diketuai Legislator PKB, Pimpinan DPC Tana Toraja Siap Kawal CDOB Toraja Barat

SUARACELEBES.COM, MAKALE – Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Tana Toraja, Ismail Solle, menyatakan siap mengawal pembentukan Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Toraja Barat yang sedang digagas dalam Rapat Pimpinan Nasional Forum Koordinasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonom Baru (Rapimnas Forkonas PPDOB) di Jakarta.

Apalagi, Forkonas PPDOB ini diketuai langsung, Syaiful Huda, legislator DPR RI dari Fraksi PKB. Ismail menyatakan siap membantu panitia CDOB Toraja Barat melalui konsolidasi secara internal partai.

“Kerja keras panitia sejak lama harus diapresiasi secara kelembagaan, termasuk kami di internal partai siap membantu membahas dan meminta penguatan kepada pengurus di atasnya,” ujar Ismail dalam rilisnya, Kamis (1/10/2026).

Jika Toraja Barat terbentuk, sejumlah kecamatan yang bakal bergabung di antaranya Kecamatan Rembon, Malimbong Balepe’, Bittuang, Saluputti, Mappak, Masanda, dan Simbuang, dan Bonggakaradeng.

Sesuai kesepakatan awal, calon ibukota dari Toraja Barat diusulkan di Balalambe, Kecamatan Malimbong Balepe’.

Ismail sendiri berasal dari Kecamatan Rembon dan Malimbong Balepe’.
Sebagai putra daerah, dia mengaku wajib mendukung secara moril sesuai kemampuan dan kapasitasnya.

Sebelumnya, perjuangan panitia CDOB Toraja Barat yang diketuai Yusuf Sura” Tandirerung, sudah melewati banyak tahap yang cukup melelahkan, hingga akhirnya mendapat persetujuan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja.

Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg telah menandatangani SK Persetujuan Pembentukan Calon Kabupaten Toraja Barat (SK Nomor: 268/VII/2025) pada 11 Juli 2025.

Zadrak saat itu menjelaskan, persetujuan untuk menjadikan Toraja Barat sebagai CDOB telah melalui kajian yang matang. Salah satu pertimbangan utamanya demi memaksimalkan layanan publik.

“Pertimbangannya untuk meningkatkan layanan publik, mempercepat pembangunan daerah dan mendekatkan layanan kepada masyarakat,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Forkonas PPDOB Syaiful Huda, sebelum pembukaan rapim di Jakarta Selasa lalu, mengungkapkan keyakinannya bahwa pemekaran wilayah selaras Asta Cita Presiden Prabowo pada poin ke-17 menghadirkan politik kesejahteraan dan pemerataan ekonomi.

Dengan tegas wakil ketua Komisi V dari Fraksi PKB itu meminta Kemendagri segera menerbitkan PP desain pembentukan otonomi baru sebagai mandat dari UU 23 tahun 2014.

Selain aspek politik dan legislasi, forum juga membahas kapasitas fiskal, pembiayaan DOB, serta penataan wilayah dalam perspektif pembangunan nasional.

Topik tersebut menghadirkan Guru Besar STPDN Bandung, Prof. Dr. Fernandes Simangunsong yang menilai pemekaran dapat dilakukan dengan dua arah yaitu jalur Bottom Up berawal dari usulan Pemerintah Daerah dan jalur Top Down berbasis kepentingan Strategis Nasional.

Pada Rapim Forkonas PPDOB ini hadir sejumlah tokoh sekaligus pemangku kebijakan di Tana Toraja, di antaranya Ketua DPRD Kendek Rante, anggota DPRD Semuel Tandirerung, mantan anggota DPRD yang juga dosen UKIp Paulus Kristian HP Lambe, dan pejabat Pemkab Tana Toraja.

Hadir pula jajaran panitia CDOB Toraja Barat Sumartoyo didampingi sejumlah tokoh putra asli Toraja Barat. (*)

PDAM Makassar