SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Universitas Bosowa (Unibos) melalui pendidikan profesi kedokterannya menyelenggarakan Yudisium dan Sumpah Profesi Dokter yang berlangsung di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Selasa (3/11/2026).
Sebanyak 27 peserta mengikuti prosesi tersebut setelah menyelesaikan tahapan pendidikan dan memenuhi persyaratan kelulusan profesi dokter. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pengukuhan lulusan yang akan mengemban tanggung jawab profesional di bidang pelayanan kesehatan.
Selain menandai kelulusan para peserta, agenda tersebut turut mencatat pencapaian akademik membanggakan melalui prestasi salah satu lulusan yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna sekaligus menempati tiga besar nasional dalam ujian kompetensi profesi dokter.
Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut diraih oleh dr. Sabeni Saputra, S.Ked., yang berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dokter dengan IPK 4,00. Tidak hanya mencatatkan hasil akademik sempurna, Sabeni juga berhasil masuk dalam tiga besar nasional pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) Batch Agustus 2026 dengan perolehan nilai 95,33.
Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian penting bagi pendidikan kedokteran Unibos, sekaligus memperlihatkan kemampuan lulusannya dalam memenuhi standar kompetensi profesi melalui proses evaluasi akademik dan profesional.
Keberhasilan tersebut juga mencerminkan pentingnya konsistensi pembelajaran, penguasaan kompetensi, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tahapan penilaian sebelum memasuki dunia praktik kedokteran.
Pelaksanaan yudisium dan sumpah profesi dokter merupakan tahapan penting yang menandai peralihan dari proses pendidikan menuju tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui pengucapan sumpah profesi, para dokter baru meneguhkan komitmen untuk menjalankan tugas berdasarkan etika kedokteran, integritas, serta tanggung jawab terhadap keselamatan dan kesejahteraan pasien. Prosesi tersebut juga menjadi pengingat bahwa kompetensi seorang dokter tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga oleh kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan pelayanan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Capaian yang diraih dr. Sabeni Saputra turut menjadi perhatian dalam momentum kelulusan tersebut karena menunjukkan keterkaitan antara keberhasilan akademik dan penguasaan kompetensi profesi.
Perolehan IPK 4,00 mencerminkan pencapaian selama proses pendidikan, sementara hasil UKMPPD menjadi bagian dari evaluasi terhadap kesiapan lulusan dalam memenuhi standar kompetensi dokter.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa kedokteran Unibos untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan kemampuan klinis, serta mempersiapkan diri menghadapi tuntutan profesi yang semakin kompleks. Di sisi lain, pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi institusi untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, pendampingan akademik, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Bagi 27 dokter baru yang mengikuti prosesi yudisium dan sumpah profesi, kelulusan ini menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih luas dalam dunia pelayanan kesehatan.
Para lulusan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama pendidikan dengan tetap menjunjung tinggi etika profesi, keselamatan pasien, empati, serta sikap profesional dalam menghadapi berbagai kondisi pelayanan medis.
Kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan juga menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi secara berkelanjutan.
Melalui bekal akademik dan pengalaman pendidikan klinis, para dokter baru diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap profesi kedokteran.
Melalui penyelenggaraan Yudisium dan Sumpah Profesi Dokter ini, Unibos kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kompetensi, profesionalisme, dan integritas lulusan.
Pengukuhan 27 dokter baru serta prestasi dr. Sabeni Saputra yang meraih IPK sempurna dan menempati tiga besar nasional UKMPPD Batch Agustus 2026 menjadi bagian dari capaian akademik yang diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Momentum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan tenaga medis yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan klinis, tetapi juga mampu menjalankan tanggung jawab profesinya secara etis serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.









