banner dprd mkassar

Disebut “Mr Komitmen”, Kok Malah Ciptakan Politik Kurang Sehat

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Juru Bicara pasanga Nurdi Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar, Muhammad Risman Pasigai angkat bicara perihal pemasangan atribut atau baliho milik duet Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang bisa menimbulkan masalah serta konflik jelang Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Pasalnya, muatan atau pesan yang tercantum dalam baliho berukuran besar itu dinilai MRP sama sekali tidak memberikan pembelajaran politik yang baik serta santun terhadap masyarakat.

Apalagi selama ini kandidat yang mengklaim diri selalu dijegal maju untuk bertarung di Pilgub tidak lagi mencitrakan diri sebagai “Mr Komitmen” apalagi disebut sebagai petarung sejati.

Mengingat pernyataan (YL-Cakka) yang selama ini terpublis ke masyarakat menyerukan iklim demokrasi yang sehat dianggap MRP tercederai dengan sendirinya.

Untuk itu, Wakil Ketua Golkar Sulsel ini mengaku sangat menyayangkan pemasangan baliho tersebut yang menyinggung koruptor, pencitraan dan sebagainya.

Hanya saja, politisi asal Bulukumba ini menilai pemasangan atribut tersebut mungkin saja merupakan cara serta strategi mereka untuk meraih simpati masyarakat.

Atukan mungkin itu sudah menjadi karakternya menyerang kandidat lain. Padahal idealnya gerakan politik Pilkada itu harus lah berbasis program.

“Kan tidak elok kita menyunguhkan karakter saling menghujat sesama calon, tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Justru kita harus memberikan pembelajaran politik yang baik terhadap masyarakat. Ayo berpolitik secara sehat,” tegas Risman, saat dikonfirmasi, Minggu (3/12/2017) malam.

Melihat hal tersebut, politisi DPP Partai Golkar itu hanya bisa sesalkan langkah yang dilakukan oleh salah satu pasangan kandidat yang tidak berpolitik secara sehat.

“Tetapi sekali lagi itu hak mereka, kita hanya bisa menyesalkan dan mengajak mereka untuk berpolitik secara bersih dan sehat,” ajak Wakil Ketua Partai Golkar Sulsel itu, kepada salah satu pasangan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

Bukan hanya itu, Wakil Ketua DPP KNPI ini, merasa hal tersebut bisa menjadi mungkin bagi kandidat tersebut untuk meluluskan tujuannya.

“ Cara-cara seperti ini bukan lagi zamannya yakni menghalalkan segala cara demi menggapai tujuan yang diinginkan,” sindirnya.

Diketahui, baliho berukuran besar milik Punggawa-Macakka memuat pesan yang dinilai bisa menimbulkan konflik.

Adapun bunyi pesan atau kata-kata dalam baliho bergambar IYL-Cakka yaitu “Jangan pilih saya kalau untuk korupsi. Jangan pilih saya kalau untuk pencitraan dan tidak komitmen walaupun gelar saya profesor”

“Tapi pilih saya untuk Sulsel lebih baik. Pro Rakyat”. (*)

PDAM Makassar