SUARACELEBES.COM, Takalar – Bertempat di Tribun Lapangan Makkatang Dg. Sibali berlangsung deklarasi 11 (sebelas) kabupaten/kota di Sulsel menuju Kabupaten/kota layak anak yang dipusatkan di Kabupaten Takalar. Jum’at, 26 Januari 2018.
Bupati Takalar, H. Syamsari Kitta dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya karena Kabupaten Takalar didaulat menjadi tuan rumah pelaksanaan acara Deklarasi KLA bersama 10 Kabupaten lain di Sulsel.
Pada kesempatan itu pula, Bupati Takalar menyampaikan kepada menteri bahwa, pemkab Takalar telah melaksanakan beberapa kegiatan yang dinilainya sangat strategis yang sangat berkaitan dalam mendukung kabupaten layak anak, diantaranya penerapan program Gerakan Tangkasa’na Gammara, (Bersih dan indah), pencanangan baca dan hafal Qur’an, apel siaga dan tanggap bencana, kepala dinas harus tinggal di Kabupaten Takalar.
Lanjutnya, ada juga penyerahan bantuan tidak layak huni yang dikerjasamakan pihak Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, program peningkatan pertanian terutama Padi, Jagung dan Kedelai, serta pemberian bantuan kepada korban bencana.
“Kami merasa bersyukur karena kabupaten Takalar jadi tuan rumah pelaksanaan acara deklarasi, dan semua ini berhasil terlaksana tak lain adalah berkat bimbingan dari pihak provinsi sulsel, untuk itu pemkab Takalar sangat mendorong penuh program takalar menjadi kabupaten layak anak dan hal ini tentunya harus didukung oleh stakeholder”ungkap Syamsari dalam sambutannya.
Sementara itu, deklarasi bersama ditandai dengan penandatanganan komitmen daerah menuju KLA oleh menteri PPPA RI didampingi Gubernur Sulsel diikuti pejabat dari 11 Kabupaten yaitu Takalar, Sidrap, Bulukumba, Sinjai, Luwu, Kota Palopo, Pinrang, Barru, Enrekang, Selayar dan Toraja Utara.
Syamsari mengakui, dengan segala keterbatasan Takalar saat ini, namun Takalar masih terus berjuang dan meminta bimbingan kepada pemerintah provinsi sulsel dalam membangun daerahnya, terutama harapannya adalah setelah deklarasi ini anak-anak sekarang dan kedepannya akan berhasil dengan adanya deklarasi Kabupaten Layak anak.
“Jadi Setelah deklarasi selesai, maka pemda Takalar sendiri secepat mungkin program ini kami akan tuangkan dalam bentuk Perda, dan juga penandatangan komitmen bersama untuk mensukseskan program tersebut”tegas Syamsari.
Dalam sambutannya, Menteri Yohana mengaku sangat prihatin karena saat ini makin banyak terjadi tindak kekerasan yang dialami oleh anak-anak Indonesia. Selain Yohanna juga menyebutkan banyak kekerasan dalam keluarga (KDRT).
Kejahatan seksual terhadap anak di negara Indonesia juga masih tergolong tinggi, untuk itu anak-anak harus mendapat perlindungan dan dipenuhi hak-haknya. Bahkan kata Yohanna, Keberlangsungan dan kualitas anak-anak saat ini sangat berpengaruh terhadap nasib masa depan daerah dan bangsa ini.
Lanjut Yohanna, Pemerintah, pihak sekolah, orangtua dan masyarakat sangat memiliki peran dan tanggung jawab dalam melindungi hak-hak anak. Dihadapan Bupati, dan tamu undangan, Ia berharap kedepannya tidak ada anak-anak yang tidak mampu bersekolah karena alasan ekonomi.
Untuk itu, Melihat keseriusan dari Pemerintah Kabupaten Takalar bersama 10 Kabupaten lain di Sulsel yang begitu serius dan tekad menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) di Sulsel, 2018 ini.
“Saya sangat mengapresiasi Kabupaten Takalar dan kabupaten lainnya yang betul-betul serius dan bertekad untuk mendeklarasikan diri menjadi Kabupaten Layak anak di Sulsel, padahal Takalar ini baru kurang lebih 1(Satu) bulan Bupati dan Wakil Bupatinya dilantik,” ungkap Yohanna dalam sambutannya.
Lanjut Menteri menjelaskan bahwa Kabupaten layak anak adalah sistem pembangunan suatu wilayah administrasi yang mengitegritaskan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan pemenuhan hak-hak anak.
“Keluarga kuat, Indonesia aman, sehingga kita harus berupaya membenahi kekurangan kita di Indonesia terutama di Sulsel, stok perkawinan muda, karena di Indonesia masih banyak sekali perceraian yang terjadi. Saya juga berharap kepada camat, lurah, desa, untuk mari bersama-sama untuk menjaga anak dan perempuan kita dari kekerasan”,harap Yohanna.
Usai deklarasi bersama, menteri PPPA RI didampingi Bupati dan wakil Bupati Takalar serta tamu undangan mengunjungi stand pameran produk kelompok perempuan Kabupaten Takalar yang memamerkan kerajinan tangan dan produk makanan khas daerah Takalar.









