SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Dalam rangka mengembangkan kompetensi guru inovatif, TK Islam Athirah 1 Makassar mengikutsertakan dua orang guru pada kegiatan workshop yang dilaksanakan di Hotel Mercure, berlangsung selama 2 hari, Kamis – Jumat (30/06 – 01/07/2022).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kasie GTK SD Dr. Abd Karim, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa manfaatkanlah apa yang didapatkan dan diperoleh pada kegiatan ini.
“Guru harus memikirkan apa keinginan oleh peserta didik kita bukan apa yang diinginkan oleh guru,” ujarnya.
Peserta workshop berjumlah 130 orang yang berasal dari berbagai TK yang ada di Makassar dan masing-masing sekolah mengutus dua orang guru.
Antusias para guru terlihat pada keaktifan mereka dalam mendengar, menyimak materi yang disampaikan oleh pemateri hari pertama oleh Dr. Tamrin Paelori.
Dr. Tamrin Paelori membawakan materi tentang inovasi kepada para peserta yang mengikuti kegiatan ini. Dia juga mengajak guru atau peserta untuk memberikan tanggapannya terkait makna dari Inovasi.
Dari interaksi yang dilakukan pemateri, beberapa guru memberikan jawaban yang berbeda-beda. Pada materi tersebut juga diuraikan bahwa Inovasi itu adalah RUH sebuah kinerja guru.
Disampaikan pula bahwa Inovasi adalah penemuan hal-hal yang baru/penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya baik berupa gagasan, metode, atau alat, dll.
Inovasi bisa juga disebut sebagai reka baru atau sebagai proses pengembangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di dalam kelas.
“Pada materi inovasi pembelajaran adalah sebuah upaya untuk melakukan pembaharuan terhadap berbagai komponen baik itu berupa gagasan, metode, alat, dll yang diperlukan dalam menyampaikan materi pembelajaran dan mampu menyelesaikan masalah pembelajaran sehingga dapat memberi dampak dan manfaat yang berkelanjutan,” jelasnya.
Kepala Bidang MGTK ini juga mengatakan bahwa guru diharapkan memunculkan inovasi-inovasi untuk perbaikan pembelajaran di Taman Kanak-kanak (TK).
“Ide-ide kreatif untuk mengembangkan inovasi. Tantangan ibu-ibu sekarang ini yaitu bagaimana pengembangan inovatif itu, karena tanpa adanya inovasi yakin dan percaya kita tidak akan menemukan hal-hal baru di dunia pendidikan, harus berani membuat terobosan,” ujarnya.
Melalui penjelasan Kabid MGTK menjadi spirit untuk guru dalam memikirkan ide yang berujung pada inovasi kedepannya.
Selanjutnya peserta diberikan tugas berkelompok pada setiap sekolah untuk membuat satu produk inovasi yang akan dilakukan, kemudian akan dipresentasikan pada hari kedua. Guru perwakilan dari TK Islam Athirah 1 menyepakati untuk mempresentasikan produk sorting book.
Di hari kedua sebelum acara dimulai para peserta diberi open mind oleh panitia tentang bagaimana cara membuat sebuah inovasi, menjadi guru yang berpikir kreatif yang memberi manfaat dan dampak yang besar pada anak usia dini.
Pada sesi hari kedua, peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan produk inovasi yang sudah dibuat yakni disampaikan oleh Sri Rosa Handayani, S.Ag., M.Pd dan Ayu Wulansari, S.Pd.
Selanjutnya presentasi dilakukan secara bergantian dari satu sekolah dengan sekolah lain, yang menjadi volunteer perwakilan dari beberapa sekolah yaitu sembilan sekolah.
Pada presentasi ini diberikan kepada peserta untuk menanggapi dan memberi masukan kepada yang mempresentasikan tentang produk yang dipaparkan dan diberi masukan oleh pemateri.
Melalui sesi presentasi ini, setiap peserta mendapatkan input yang menjadi pengalaman untuk diaplikasikan di sekolah masing-masing sesuai dengan modifikasi yang akan dilakukan.
Dengan mengikuti workshop pengembangan kompetensi guru inovatif membawa dampak bagi pendidik untuk membuat ide kreatif yang bisa menjadi inovasi pada pembelajaran selanjutnya.
Citizen Reporter : Sri Rosa Handayani, S.Ag., M.Pd



