Penemuan Seorang Pria Penuh Luka Yang Tewas di Parangloe, Masih Masih Dalam Penyelidikan Polisi

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, GOWA –
Penemuan sosok laki-laki dalam keadaan bersimbah darah dan penuh luka di Kawasan Inhutani Parangloe kini masih dalam penyelidikan polisi.

Kapolsek Parangloe IPTU. Mudatsir mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun dugaan sementara, korban dianiaya sehingga menyebabkannya meninggal dunia.

“Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Parangloe ditemukan berbagai luka pada bagian betis dan jari kelingking kaki, kepala serta pada bagian cakung (leher),” bebernya, Rabù (1/08/2021).

Untuk mengungkap kasus tersebut pihak kepolisian telah menemui pihak keluarga untuk dilakukan koordinasi dan telah dilakukan autopsi terhadap korban

“Kita belum bisa menyimpulkan apa-apa dulu selain dugaan penganiayaan yang membuat korban meninggal dunia. Baik motif sesungguhnya dan identitas pelakunya masih kita dalami,” ungkap Mudatsir.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan menambahkan, berbagai barang bukti di lokasi ditemukannya korban telah diamankan.

“Untuk mengetahui latar belakang kejadian dan motifnya, pihak kepolisian akan menginformasikan lebih lanjut sesuai perkembangan hasil penyelidikan,” pungkas AKP. M. Tambunan.

Diketahui kronologis penemuan ini bemula dari adanya informasi masyarakat yang kemudian di laporkan ke pihak kepolisian, Selasa  (31/8/2021)sekitar pukul 18.00 Wita.

Merespon laporan masyarakat Kapolsek Parangloe IPTU. Mudatsir bersama petugas lainnya bergegas menuju ke lokasi.

Saat tiba di lokasi kondisi dari korban sudah sekarat, dibeberapa bagian tubuhnya terdapat luka bacokan,
Pria ini diketahui berinisial KA. Usianya sekitar 25 tahun.

Polisi sempat membawanya ke Puskesmas Parangloe, namun nyawanya tak tertolong. Sesaat setelah sampai di puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Saat dimintai keterangan kapolsek Parangloe IPTU.

Mudatsir menjelaskan bahwa korban diketahui berasal dari dusun sarite’ne, desa Bili-bili, Kecamatan Bontomarannu.

“Saat itu korban masih dapat menjelaskan identitasnya. Dia mengaku warga dusun Sarite’ne, desa Bili-Bili, kec Bontomarannu,” ujar Mudatsir.

 

 

Pemkot Makassar SC
Pangkep SC