SUARACELEBES. COM, MAKASSAR – Mantan Ketua PMII Sulawesi Selatan Syarif Hidayatullah angkat bicara perihal pernyataan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif yang pernyataannya diplintir tentang NH-Aziz.
Ia meminta untuk tidak menggiring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke ranah politik praktis seolah Ingin mendapat pengakuan jika bebas dari korupsi.
Hal ini ditegaskan Chaliq panggilan akrab mantan pengurus KNPI Sulsel tersebut menyusul adanya upaya paslon tertentu agar programnya mendapat pengakuan dari KPK.
“Tidak etis seorang Wakil Ketua KPK dikait-kaitkan dengan kepentingan politik. Apalagi menggiring opini masyarakat bahwa programnya dipuji KPK. KPK lembaga hukum bukan lembaga partai politik,” tegas Chaliq saat dikonfirmasi, Kamis (3/5/2018).
Untuk itu, Chaliq yang juga pengurus PB PMII pusat mengimbau kepada seluruh paslon yang berlaga di Pilgub Sulsel agar berkompetisi secara sehat dan fair.
“Tidak perlu menggiring pihak tertentu untuk mengakui program yang dicanangkan. Biarlah masyarakat yang menilai sendiri. Toh, masyarakat sekarang sudah cerdas menentukan siapa figur yang paling layak memimpin Sulsel,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif membantah dengan tegas jika memuji program Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).
Laode merasa, berita yang muncul di sejumlah media yang diproduksi tim media NH-Aziz, pernyataannya diplintir. Sebab, akademisi Unhas ini tak pernah memuji apalagi mendukung program pasangan tersebut.
“Saya tidak memuji-muji program NH karena saya tidak bertanya soal program kerja kesejahtraan beliau. Yang saya tanyakan adalah sumber dan akar korupsi di Sulsel dan meminta komitmen mereka jika mereka terpilih untuk memperbaiki sistem pengadaan barang dan jasa, sistem perencanaan anggaran APBD, sistem perizinan, dan bantuan sosial agar tidak disalahgunakan,”tegas Laode, beberapa waktu lalu.
Dalam klarifikasinya di group WA Unhas yang banyak beredar, Laode juga tidak pernah memberi pernyataan seperti yang diberitakan oleh sejumlah media online. Hanya tmengaku bahagia jika masyarakat Sulsel sejahtera dan tidak ada korupsi.
“Saya menekankan sebagai warga Sulsel, saya juga akan bahagia jika masyarakat SulSel sejahtera dan tidak ada korupsi di Sulsel,”tegas Laode. (*)









