banner dprd mkassar

Bukan Sekedar Digitalisasi, Sirip UNI OS Perkuat Fondasi Data Riset Berbasis Bukti

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Di balik sebuah publikasi ilmiah, sebuah proposal penelitian, atau capaian pengabdian kepada masyarakat, ada satu hal yang semakin penting bagi perguruan tinggi: data yang tertata, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketika aktivitas riset terus berkembang dan kebutuhan terhadap data semakin kompleks, pengelolaannya tidak lagi cukup mengandalkan pencatatan administratif secara terpisah. Data riset perlu terhubung, terdokumentasi, dan memiliki bukti yang kuat.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Bosowa (Unibos) melalui Direktorat Inovasi, Riset, dan Pengabdian pada Masyarakat (DIRPM) resmi meluncurkan SIRIP (Sistem Informasi Riset, Inovasi, dan PkM) pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Ruang Rapat DIRPM, Lantai 5 Gedung II Universitas Bosowa.

SIRIP hadir bukan sekadar sebagai aplikasi baru dalam ekosistem digital Unibos. Lebih jauh, sistem ini dirancang untuk membangun satu sumber data internal yang terintegrasi bagi aktivitas riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) sekaligus memperkuat dokumentasi dan validitas capaian akademik sivitas.

Peluncuran SIRIP dibuka dan diresmikan oleh Sekretaris Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., serta dihadiri para dekan, wakil dekan, ketua program studi, dan jajaran dosen di lingkungan Universitas Bosowa.

Dalam sesi pengenalan sistem, Direktur Inovasi, Riset, dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa, Dr. Ahmad Swandi, S.Pd., M.Si.P., memaparkan alur kerja sekaligus berbagai fitur yang tersedia dalam SIRIP.

Menurutnya, salah satu kebutuhan penting yang ingin dijawab melalui sistem ini adalah tersedianya data riset internal yang dapat digunakan secara lebih terstruktur, khususnya ketika universitas membutuhkan data dukung untuk berbagai kebutuhan kelembagaan, termasuk akreditasi.

“SIRIP ini adalah data untuk pihak internal yang sangat kita butuhkan, apalagi kalau kita akreditasi dan lain-lain,” tegas Dr. Ahmad Swandi.

Namun, yang menjadi pembeda utama SIRIP bukan semata-mata bagaimana data dikumpulkan secara digital. Sistem tersebut juga diarahkan untuk memastikan bahwa setiap data memiliki bukti pendukung yang dapat diverifikasi.

Dr. Ahmad Swandi menjelaskan bahwa pendekatan berbasis bukti menjadi salah satu keunggulan SIRIP dalam melengkapi ekosistem data yang sudah dimiliki perguruan tinggi.

“Bedanya, kalau SIRIP itu berbasis bukti. Kalau di SINTA, apa saja bisa masuk, yang kadang buktinya lemah. Bagaimana dengan BIMA? BIMA itu otomatis tersinkron kalau kita sinkronkan BIMA ke SINTA,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, SIRIP diarahkan untuk menjadi basis data internal yang lebih kuat, khususnya dalam mendokumentasikan aktivitas dan capaian riset dosen secara terstruktur. Sistem ini tidak berdiri sendiri, tetapi dirancang untuk melengkapi ekosistem informasi riset yang telah digunakan di tingkat nasional.

Melalui SIRIP, sejumlah proses yang sebelumnya membutuhkan alur administrasi terpisah dapat dikelola dalam satu platform. Mulai dari pengusulan proposal internal, pengajuan surat tugas, pengajuan bantuan konferensi ilmiah nasional maupun internasional, hingga monitoring dan evaluasi capaian riset dapat dilakukan melalui sistem yang terintegrasi.

Bagi sivitas akademika, integrasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman pengelolaan administrasi riset yang lebih sederhana. Bagi institusi, sistem ini membuka peluang untuk memiliki data yang lebih tertata dan mudah ditelusuri ketika dibutuhkan untuk pengambilan keputusan maupun kebutuhan evaluasi kelembagaan.

Di sisi lain, keberadaan data berbasis bukti juga memiliki arti penting dalam membangun budaya riset. Setiap capaian penelitian bukan hanya tercatat sebagai angka, tetapi memiliki dokumentasi yang dapat menunjukkan bagaimana capaian tersebut diperoleh dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sekretaris Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan DIRPM tersebut. Digitalisasi pengelolaan riset dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperkuat reputasi Universitas Bosowa di tingkat nasional dan internasional.

Peluncuran kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi petunjuk teknis penggunaan SIRIP kepada para dekan dan perwakilan dosen. Sesi tersebut menjadi tahap awal agar sistem yang telah dibangun dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh sivitas akademika.

Lebih dari sekadar peluncuran sebuah aplikasi, hadirnya SIRIP menandai upaya Unibos untuk membangun cara baru dalam melihat data riset. Data tidak lagi sekadar angka yang dikumpulkan ketika dibutuhkan, tetapi menjadi bagian dari fondasi tata kelola riset yang harus terjaga validitasnya sejak awal.

Sebab di tengah tuntutan perguruan tinggi untuk semakin produktif dalam menghasilkan riset, publikasi, inovasi, dan pengabdian, kualitas sebuah ekosistem riset juga ditentukan oleh seberapa kuat data yang menopangnya.

Dari satu platform, Unibos mulai membangun satu ekosistem. Dari data yang terdokumentasi, menuju riset yang lebih terukur. Dari bukti yang tersimpan, menuju keputusan yang lebih kuat. Dan dari digitalisasi administrasi, menuju tata kelola riset yang semakin siap menghadapi kebutuhan akademik di masa depan.

PDAM Makassar