SUARACELEBE.COM, GORONTALO – Direktorat Kriminal Khusus Polda Gorontalo, memeriksa seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Mahasiswa tersebut diamankan terkait dugaan menghina presiden Jokowi.
Setelah menjalani pemeriksaan dan Negosiasi dengan Direskrimsus & Direskrimum di POLDA Gorontalo, Yunus Akhirnya dipulangkan, turut didampingi pihak kampus, terlihat meninggalkan Polda Gorontalo Sabtu (03/9/2022).
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Helmy Santika menjelaskan alasan tidak menahan mahasiswa tersebut karena sampai saat ini status Yunus masih merupakan saksi. Selain itu alasan lain dikatakan Helmy, pihak kepolisian tidak ingin menghambat cita-cita dari mahasiswa tersebut.
“Sikap kepolisian sendiri, kami tidak ingin membuat tugas belajarnya terganggu, dan mudah-mudahan proses ini juga bisa menjadi edukasi kepada yang bersangkutan dan kepada yang lain. Kiranya dalam menyampaikan pendapat dimuka umum dapat melakukannya dengan cara-cara yang sopan dan mematuhi norma” ungkapnya.
Helmy Santika, pihaknya akan mengedepankan soft approach dalam menangani permasalahan ini.
“Apa yang dilakukan Polda Gorontalo lebih memgedepankan aspek humanis, apapun ceritanya mahasiswa adalah aset generasi muda. Bersangkutan juga adalah aset dan kita sadarkan. Informasinya yang bersangkutan sudah meminta maaf sebagai orang yang beragama mengakui kesalahan kemudian berani meminta maaf” Jelasnya Helmy.
Sementara Yunus Pasau secara pribadi meminta maaf kepada Presiden Jokowi serta seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan dan kekeliruan yang dilakukannya.
“Saya juga meminta maaf kepada bapak Rektor Universitas Negeri Gorontalo dan civitas akademik atas perbuatan saya,” Ucapnya dalam video tersebut.
Mahasiswa asala Universitas Negeri Gorontalo Fakultas Ilmu Sosial angkatan 2019 tersebut mengatakan, dirinya melontarkan kata itu karena secara spontan saat berorasi.
Aksi Demonstrasi mahasiswa tersebut dilakukan untuk menentang kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Jumat (2/9) kemarin di Simpang Lima Talaga yang viral di sejumlah media sosial. Dalam video itu, mahasiswa tersebut sedang berorasi lalu melayangkan kalimat kepada Presiden Republik Indonesia.(*)









