banner dprd mkassar

DPRD Dukung Rencana Wali Kota Makassar Percepat Pembangunan Jembatan Kembar Barombong

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Rencana Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin untuk mempercepat proses pembebasan lahan pembangunan Jembatan Kembar Barombong di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Makassar.

Sekretaris Komisi C DPRD Makassar bidang pembangunan, Ray Suryadi Arsyad, menilai langkah Pemerintah Kota tersebut merupakan keputusan strategis dalam mengurai kemacetan parah yang selama ini terjadi di wilayah selatan Makassar.

“Langkah Wali Kota untuk pembebasan lahan dan pembangunan jembatan baru di Barombong itu sudah sangat tepat. Kami mengapresiasi dan mendukung penuh agar segera direalisasikan,” ujarnya.

Ray menjelaskan, kemacetan di kawasan perbatasan Makassar–Takalar telah lama menjadi persoalan klasik yang kini mencapai titik mengkhawatirkan. Arus kendaraan yang tinggi di Jembatan Barombong, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, menjadikan kawasan tersebut sebagai titik padat lalu lintas kronis.

“Pertumbuhan kendaraan tidak seimbang dengan kapasitas jalan. Kalau tidak diantisipasi, persoalan ini akan makin kompleks,” tegasnya.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, pembangunan jembatan kembar tidak hanya berfungsi menambah kapasitas lalu lintas, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah dan mempercepat mobilitas ekonomi di kawasan selatan Makassar.

“Wilayah seperti Barombong dan Tanjung Merdeka punya potensi ekonomi besar. Jembatan baru akan membuka akses dan memperlancar aktivitas warga,” jelasnya.

Ray juga menyoroti fenomena urbanisasi baru di kawasan selatan, terutama di wilayah Galesong, yang kini menjadi kawasan permukiman alternatif bagi warga yang bekerja di Makassar. Kondisi ini menyebabkan lonjakan signifikan arus kendaraan dari arah selatan menuju pusat kota. Karena itu, ia menilai pembangunan jembatan kembar harus menjadi prioritas strategis Pemerintah Kota Makassar.

Meski demikian, Ray mengingatkan pentingnya pengendalian jumlah kendaraan bermotor agar pembangunan infrastruktur fisik berjalan seimbang dengan tata kelola lalu lintas.

“Kalau tidak ada pengaturan, sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan jembatan baru itu bisa kembali padat,” tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah meninjau langsung lokasi Jembatan Barombong bersama jajaran Pemkot untuk menyiapkan langkah-langkah pembebasan lahan. Jembatan sepanjang 350 meter dengan lebar enam meter tersebut menjadi penghubung utama Makassar–Takalar dan dilalui ribuan kendaraan setiap hari.

Rencana pembangunan Jembatan Kembar Barombong diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengurai kemacetan, sekaligus memperkuat konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan selatan Kota Makassar.

PDAM Makassar