Potensi Pengembangan Ponpes Sirojul Ma’ruf Untuk Masa Depan Santri Lewat Program Kementerian Pertanian

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, TOLITOLI – Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Tolitoli, Rustan Rewa melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Sirojul Ma’ruf, Senin (08/03/2021) kemarin.

Dalam kunjungannya, Rustan Rewa mengatakan setelah melihat lahan pondon pesantren tersebut sangat berpotensi untuk dikembangkan untuk lahan Pertanian, Perkembunan dan Peternakan. Pondok Pesantren Sirojul Ma’ruf, memiliki lahan seluas 21 hektar yang tersebar dibeberapa lokasi.

“Saya sudah melakukan kunjungan. Potensi lahan pondok pesantren potensial yang bisa di kembangkan di sektor Pertanian, Perkembunan dan Peternakan seluas 21 haktar yang tersebar di beberapa Desa, di antaranya Desa Lampasio, Desa Marissa dan Desa Buga, untuk yang di sekitar pondok pesantren Sirojul Ma’ruf sekitar 5 ha,” kata Rustan.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab Toli Toli Sulawesi Tengah, telah mendorong pertanaman jagung dan Cabe Rawit yang merupakan dipesantren tersebut. Itu sudah dilakukan berjalan selama 3 tahun.

“Penaman cabe dab jagung di lahan pesantren itu sudah dilakukan sejak 3 tahun lalu. Melihat potensi lahan yang luas pengembangan terus kita Dorong seperti peternakan,” ucap Rustan.

Pimpinan pondok pesantren Sirojul Ma’ruf, Kyai Mujib, sedang melirik usaha Peternakan yang terletak di Desa Lampasio serta Desa Marissa dan Desa Buga khusus sektor Perkebunan.

“Lahan Desa Lampasio serta Desa Marissa saya ingin jadi sebagai lahan peternakan. Kami butuh dukungan dan bantuan dari pemerintah yakni lewat program kementerian pertanian. Untuk Desa Buga kita kembangkan khusus sektor Perkebunan,” jelas Kyai Mujib.

Kyai Mujib berharap nantinya lulusan santri suatu saat nanti Bisa kembali ke Masyarakat mengembangkan keterampilan yang didapat kan di pondok pesantren dengan wirausaha.

“Jadi santri kami nanti teranpil dalam hal pertanian dan peternakan. Suatu saat nanti bisa kembali ke masyarakat mengembangkan keterampilan yang didapat kan di pondok pesantren dengan wirausaha,” harap Kyai Mujib. (*)

 

Gerinra Sulawesi Selatan