banner dprd mkassar

UNIBOS dan Pemkab Halmahera Utara Matangkan Kolaborasi Strategis Penguatan SDM Hingga Inovaasi Lintas Sektor

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diarahkan semakin konkret untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Hal tersebut mengemuka dalam agenda penjajakan kerja sama Universitas Bosowa (Unibos) bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara yang berlangsung pada Senin (10/8/2026) di Menara Fajar Lantai 19.

Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan dilanjutkan dengan berbagai bentuk implementasi kolaboratif di bidang pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga inovasi lintas sektor.

Penjajakan kerja sama tersebut mempertemukan jajaran Universitas Bosowa dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara untuk mengidentifikasi kebutuhan serta potensi kolaborasi yang dapat memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui kesempatan studi lanjut di Program Pascasarjana Universitas Bosowa, sehingga peningkatan kompetensi aparatur dan sumber daya manusia daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dari Universitas Bosowa, pertemuan dihadiri Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. Ir. A. Muhibuddin, M.P., Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Reputasi Global Prof. Dr. Asdar, S.Pd., M.Pd., Wakil Direktur III Pascasarjana Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama, dan Pengembangan Usaha Dr. Ir. M. Arief Nasution, M.P., serta Direktur Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Usaha Emil Salim Rasyidi, S.T., M.Sc.

Turut hadir Ketua BPH Politeknik Bosowa H. Muslim Salam, Suardi Madama, serta Kepala Departemen Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Universitas Bosowa Muhammad Maula Razak, S.E., M.M. Kehadiran lintas unit tersebut menunjukkan bahwa penjajakan kerja sama dipandang sebagai agenda strategis yang dapat melibatkan berbagai bidang keahlian dan ekosistem pendidikan di lingkungan Bosowa.

Sementara itu, dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara hadir langsung Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., bersama Sekretaris Daerah Drs. Erasmus Joseph Papilaya, M.TP., Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Cetsia Viviyanti Muluwere, S.Pi., Kepala BKDPSDA Efraim Ony Hendrik, S.Pd., serta Kepala Bagian Kerja Sama Setda Halmahera Utara Rio V. Karamoy.

Dalam pembahasan, kedua pihak melihat bahwa kerja sama dapat dikembangkan tidak hanya melalui peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan pada kebutuhan nyata Halmahera Utara.

Perguruan tinggi dapat mengambil peran sebagai mitra berbasis keilmuan dalam mengidentifikasi persoalan daerah, mengembangkan kajian, serta menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang dapat mendukung kebijakan pembangunan.

Direktur Program Pascasarjana Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. A. Muhibuddin, M.P., menyampaikan bahwa peluang studi lanjut bagi sumber daya manusia Halmahera Utara menjadi salah satu ruang strategis yang dapat segera dikembangkan melalui kerja sama tersebut.

“Penguatan sumber daya manusia merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi peningkatan kapasitas SDM Halmahera Utara melalui pendidikan lanjut, sekaligus menghubungkannya dengan kebutuhan pembangunan yang ada di daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama antara Unibos dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga dapat diarahkan pada pengembangan riset yang lebih kontekstual. Dengan demikian, proses pendidikan dan penelitian tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat menghasilkan kontribusi yang relevan bagi pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Usaha Universitas Bosowa, Emil Salim Rasyidi, S.T., M.Sc., menilai penjajakan ini membuka peluang untuk membangun kerja sama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami ingin kerja sama ini nantinya tidak berhenti pada dokumen PKS, tetapi memiliki implementasi yang jelas. Setiap program perlu diarahkan pada kebutuhan dan potensi Halmahera Utara sehingga kolaborasi yang dibangun benar-benar menghasilkan manfaat bagi pemerintah daerah, masyarakat, maupun Universitas Bosowa,” jelasnya.

Ruang kolaborasi juga dibicarakan untuk sektor yang lebih luas, termasuk pemerintahan, pertanian, dan infrastruktur. Pendekatan lintas sektor tersebut memungkinkan Unibos menghadirkan keahlian dari berbagai bidang untuk mendukung kebutuhan pembangunan daerah, sekaligus membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian maupun pengabdian yang memiliki dampak nyata.

Direktur Internasionalisasi dan Reputasi Global Universitas Bosowa, Prof. Dr. Asdar, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui kemitraan yang berbasis kebutuhan dan potensi wilayah.

Menurutnya, pengembangan kolaborasi dapat dilakukan secara bertahap dengan mempertemukan kebutuhan daerah dan kapasitas akademik yang dimiliki Unibos. Dengan pendekatan tersebut, kerja sama diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan dan direplikasi secara lebih luas.

Dari sisi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Bupati Dr. Piet Hein Babua, M.Si. menyampaikan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah sekaligus mendukung percepatan pembangunan.

“Kami melihat perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Banyak kebutuhan daerah yang membutuhkan dukungan keilmuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian, dan inovasi. Karena itu, kami berharap penjajakan dengan Universitas Bosowa ini dapat berkembang menjadi kerja sama yang konkret dan memberikan dampak bagi Halmahera Utara,” ujarnya.

Pembahasan juga menempatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dari implementasi kerja sama. Kedua pihak membuka peluang agar program yang dikembangkan nantinya dapat melibatkan dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menghasilkan solusi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah Halmahera Utara.

Wakil Direktur III Pascasarjana Universitas Bosowa, Dr. Ir. M. Arief Nasution, M.P., menilai keterlibatan berbagai unsur dalam penjajakan tersebut menjadi modal penting untuk memastikan kerja sama dapat diterjemahkan ke dalam program yang saling menguntungkan.

“Kolaborasi ini memiliki ruang yang sangat luas, mulai dari pendidikan dan pengembangan SDM hingga penelitian, pengabdian, dan pengembangan inovasi. Yang terpenting adalah bagaimana setiap program dapat dirancang secara terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui pertemuan tersebut, Universitas Bosowa dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sepakat untuk melanjutkan pembahasan menuju penandatanganan PKS beserta implementasinya. Kerja sama nantinya diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kapasitas SDM, memperluas kontribusi riset dan pengabdian, serta mendorong lahirnya inovasi yang dapat mendukung pembangunan Halmahera Utara di berbagai sektor.

Penjajakan ini sekaligus menegaskan posisi Universitas Bosowa sebagai mitra pendidikan yang tidak hanya menyediakan akses pembelajaran, tetapi juga membuka ruang kolaborasi berbasis keilmuan, riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Dari ruang akademik hingga kebutuhan pembangunan daerah, sinergi Unibos dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara diarahkan untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan dan berdampak.

PDAM Makassar