Polisi Harus Usut Tuntas Penodongan Senjata Tokoh Ormas ke Buruh Bangunan

SUARACELEBES.COM, BANDUNG- Polres Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diminta mengusut tuntas dugaan ancaman penembakan dan penodongan senjata yang diduga dilakukan salah satu tokoh ormas ke buruh harian di Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Selasa (15/12/2020).

Sesuai laporan di Polres Kabupaten Bandung, buruh harian bernama Dedi, mendapat ancaman penembakan dan penodongan senjata yang dilakukan tokoh ormas berinisial DA.

Saat itu Dedi bersama anaknya mengerjakan gubuk bambu milik Taufik. Namun tiba-tiba lepas siang, ada tiga orang yang mendatanginya. Mereka mengaku suruhan dari DA, dan meminta korban ikut ke rumah DA yang tak jauh dari lokasi pengerjaan gubuk bambu.

Sesampainya di rumah DA, Dedi dan anaknya mendapat ancaman senjata api. Bahkan senjata tersebut ditodongkan ke kepala dan kaki Dedi, dan sempat diletuskan. Untungnya tidak mengenai tubuh Dedi dan anaknya.

Diduga ancaman dan penodongan senjata api itu disebabkan klaim DA jika tanah yang ditempati Dedi membuat gubuk bambu adalah lahannya. Padahal tanah itu merupakan milik Rohmansyah atau yang menyuruh Dedi membuat gubuk bambu.

“Terlapor mengancam dengan menodongkan senjata api ke arah kepala dan kaki pelapor apabila pelapor tidak mau mengikuti perintah terlapor, dan terlapor meletuskan senjata api sebanyak satu kali,” tulis keterangan di dalam laporan kepolisian, Selasa (15/12/2020).

Pasca-kejadian, Dedi dan anaknya merasa ketakutan. Sebab ia hanya mendapat orderan mengerjakan gubuk bambu. Karena itu berharap kasus ini bisa ditindaklanjuti dan diusut hingga tuntas.

Hingga saat ini belum ada keterangan dari DA mengenai alasannya menodong senjata api hingga meletuskan di dekat Dedi dan anaknya. Termasuk mengenai senjata miliknya, apakah legal atau justru tidak ilegal.

Jika kepemilikan senjata itu adalah ilegal, maka pihak kepolisian juga mesti mengusut dan menindakinya. Apalagi membahayakan nyawa seseorang dengan melakukan penodongan.(*)

PEMKOT-Makassar