SUARACELEBES.COM, JAKARTA – Jejak budaya Sulawesi Selatan turut hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta. Di antara para penampil, Maharani (NIM 4522033028), mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Bosowa (Unibos) angkatan 2022, mendapat kesempatan tampil membawakan sejumlah tari tradisional Sulawesi Selatan pada Senin, 17 Agustus 2026.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Maharani setelah sanggar seni tari tempatnya bergabung terpilih untuk berpartisipasi dalam rangkaian penampilan budaya pada peringatan HUT Ke-81 RI. Maharani kemudian ditunjuk oleh sanggar untuk menjadi salah satu penari yang mewakili rombongan binaan Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Kota Makassar.
“Jadi sebelumnya memang saya sudah masuk dalam sanggar seni tari di luar kampus. Kebetulan salah satu sanggar yang dipilih adalah sanggar saya, kemudian dari pihak sanggar menunjuk saya untuk berpartisipasi. Jadi, yang berpartisipasi itu ada beberapa sanggar,” ungkap Maharani.
Dalam penampilan tersebut, Maharani bersama para penari membawakan Tari Pakkarena, Tari Pamanca, dan Tari Paraga. Ketiga tarian tersebut tidak sekadar menjadi pertunjukan seni, tetapi membawa pesan mengenai identitas, nilai, dan kekayaan budaya masyarakat Makassar kepada masyarakat yang lebih luas.
Maharani menjelaskan, nilai budaya yang ingin disampaikan melalui penampilan tersebut berangkat dari filosofi siri’ na pacce, yang merepresentasikan harga diri, solidaritas, kepedulian, serta kecintaan terhadap tanah air. Melalui tarian, identitas budaya Makassar ditampilkan sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia yang terus hidup dan berkembang.
Persiapan menuju panggung Istana Negara juga tidak berlangsung singkat. Para penari menjalani proses latihan selama lebih dari satu bulan untuk menguasai koreografi dan membangun kekompakan sebagai sebuah tim. Setiap penari dituntut tidak hanya menghafal gerakan, tetapi juga mampu menjaga keselarasan dalam sebuah pertunjukan kolosal.
“Proses latihannya selama satu bulan lebih. Sesama penari kita sama-sama belajar dan menghafal koreografi yang sudah dibuatkan,” tutur Maharani.
Menurutnya, salah satu pengalaman paling berkesan justru hadir dari proses panjang sebelum tampil. Para penari harus melewati latihan yang intensif dan membangun kekompakan agar keseluruhan pertunjukan dapat berjalan dengan baik.
“Tantangan dan pengalaman yang dirasakan adalah perjuangan saat latihan. Para penari bekerja keras agar tarian kolosal ini bisa berjalan dengan sukses,” ujarnya.
Hingga akhirnya, kesempatan yang selama ini dipersiapkan tersebut benar-benar terwujud ketika Maharani menginjakkan kaki di Istana Negara. Bagi mahasiswa Agribisnis Unibos tersebut, tampil di salah satu panggung kenegaraan merupakan pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Pastinya sangat bangga, dan sebenarnya masih tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan menginjakkan kaki di Istana Negara RI,” kata Maharani.
Keterlibatan Maharani sekaligus menunjukkan bahwa ruang prestasi mahasiswa tidak terbatas pada bidang akademik. Potensi mahasiswa dapat tumbuh melalui berbagai bidang, termasuk seni dan kebudayaan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Maharani dalam mengembangkan kemampuan sekaligus membawa nama Universitas Bosowa melalui karya seni.
Ia pun mengajak mahasiswa Unibos lainnya untuk tidak ragu mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki dan berani mengambil berbagai kesempatan yang datang.
“Jangan pernah takut untuk mencoba dan keluar dari zona nyaman. Setiap orang memiliki potensi dan kelebihan masing-masing, baik di bidang seni maupun di bidang lainnya,” pesannya.
Maharani berharap mahasiswa Unibos dapat terus berani mengikuti berbagai kegiatan, kompetisi, maupun kesempatan berkarya dan berprestasi. Menurutnya, setiap pengalaman dapat menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengenali potensi diri.
“Jadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk belajar, membangun kepercayaan diri, dan mengenal kemampuan diri sendiri,” tutupnya.
Penampilan Maharani di Istana Negara menjadi salah satu cerita membanggakan dari mahasiswa Universitas Bosowa dalam momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Dari panggung budaya, ia membawa pesan bahwa generasi muda memiliki peran untuk menjaga identitas budaya sekaligus memperkenalkannya sebagai bagian dari wajah Indonesia yang kaya, beragam, dan terus berkarya.









