banner dprd mkassar

Dua Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di RS Bhayangkara, Pencarian Kembali Dilanjutkan Hari ini

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Jenazah dua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan beberapa hari lalu akhirnya tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Makassar, Selasa (20/1/2026) malam.

Kedua korban sebelumnya dievakuasi dari dasar jurang ke punggungan Lampeso, puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dilansir dari CNNindonesia.com, jenazah diangkat dari dasar jurang dengan metode hoist melalui teknik air landed pada pukul 07.59 WITA. Kemudian helikopter kembali mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA.

“Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan ke tim DVI,” ucap Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Cootdinator (OSC), Andi Sultan dikutip dari CNNindonesia.com.

Setelah berhasil dievakuasi, pencarian dan evakuasi hari ini, Rabu (21/1/2026) terhadap delapan korban lainnya masih akan dilanjutkan, dimana cuaca dipastikan bersahabat.

“Selanjutnya tim yang berjumlah 37 personil dan telah melakukan evakuasi akan terus melanjutkan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di daerah Lampeso , SRU 1 dengan kekuatan 50 personel, SRU 2 menyisir di area ditemukannya ekor pesawat sebanyak 28 orang personel, SRU 3 dari posko menuju Puncak dan membawa peralatan vertical dengan kekuatan 75 orang personel, SRU 4 menyisir di area air terjun patahan 4 dan 5 di mana di temukan bagian mesin pesawat dengan 40 orang personil,” pungkasnya.

Sementara itu, kedua jenazah yang tiba di RS Bhayangkara Makassar saat ini masih dalam proses identifikasi, baik dari data antemortem maupun postmortem.

“Semua tahapan ini kami laksanakan dengan sungguh-sungguh. Kami menggerakkan satu tim dengan kekuatan yang ada. Terdiri dari dua dokter, tiga dokter forensik, kemudian ada dokter radiologi, serta staf-staf lain yang akan membantu di lokasi,” ungkap Karo Dokpol Mabes Polri, Brigjen dr Nyoman Eddy Purnama dikutip dari CNNindonesia.com.

Nyoman pun menegaskan bahwa tim DVI akan bekerja secara maksimal dengan prioritaskan ketepatan dari hasil pemeriksaan korban.

“Perlu saya sampaikan bahwa kecepatan bukanlah prioritas utama. Yang kami jadikan prioritas adalah ketepatan. Kami tidak boleh salah dalam mengembalikan,” ucapnya.

PDAM Makassar