banner dprd mkassar

Akreditasi Bukan Sekedar Penilaian, Prodi Akuntansi FEB UNIBOS Tunjukkan Komitmen Menjaga Mutu Berkelanjutan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Empat tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah program studi. Di dalamnya ada proses yang berjalan, kebijakan yang diuji, pembelajaran yang terus berkembang, mahasiswa yang bertumbuh, dosen yang berkarya, hingga berbagai inovasi yang perlahan membentuk wajah sebuah institusi.

Karena itu, ketika proses akreditasi kembali hadir, yang sedang diperiksa sesungguhnya bukan hanya tumpukan dokumen, melainkan perjalanan panjang tentang seberapa konsisten sebuah program studi menjaga mutu dan menerjemahkannya menjadi pengalaman pendidikan yang nyata.

Semangat tersebut mengiringi pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Bosowa (Unibos) yang berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu, 21–23 September 2026, di Ruang Rapat FEB Lantai 6, Kampus 1 Universitas Bosowa.

Asesmen Lapangan dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) dengan menghadirkan dua asesor, yakni Dr. Rida Perwita Sari, S.E., MAks, Ak, CA., CPA, dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, serta Dr. Agnes Utrai Widyaningdyah, M.Si., Ak., CA, dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan, pengenalan panel asesor, serta pembacaan pernyataan komitmen bersama dalam pelaksanaan Asesmen Lapangan oleh panel asesor dan pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS).

Dalam kesempatan tersebut, sambutan Rektor Universitas Bosowa diwakili oleh Wakil Rektor I Unibos, Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si. Ia menyampaikan bahwa proses akreditasi tidak semata-mata dimaknai sebagai pemeriksaan terhadap kecukupan dokumen, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan tata kelola dan penjaminan mutu yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.

“Akreditasi ini bukan hanya melihat kecukupan, tetapi juga menjadi cermin secara objektif dalam konteks penjaminan mutu eksternal. Karena itu, pada hari ini kita kembali melihat dan menilai apakah tata kelola yang telah kita jalankan selama empat tahun ini sudah berjalan dengan baik,” ujar Dr. Sutia Budi.

Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada kedua asesor yang hadir dalam proses Asesmen Lapangan Program Studi Akuntansi FEB Unibos.

Menurutnya, asesmen lapangan hendaknya tidak dipandang sebagai sebuah audit yang menciptakan tekanan, tetapi sebagai ruang untuk memastikan bahwa tata kelola yang berjalan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan perguruan tinggi dan Universitas Bosowa.

“Akreditasi hari ini bukan audit. Kita ingin melihat bagaimana tata kelola yang telah dijalankan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan perguruan tinggi dan Universitas Bosowa. Karena itu, kami berharap Asesmen Lapangan ini juga menjadi ruang untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam tata kelola, baik dari aspek akademik maupun transformasi digital,” jelasnya.

Dr. Sutia Budi juga memaparkan perkembangan transformasi digital yang telah diterapkan Universitas Bosowa dalam mendukung tata kelola akademik. Menurutnya, sistem digital saat ini memungkinkan proses monitoring pembelajaran dilakukan secara lebih terintegrasi dan transparan.

Tidak hanya dosen dan mahasiswa yang dapat memantau proses perkuliahan, tetapi sistem yang dikembangkan juga memungkinkan orang tua mahasiswa memperoleh informasi terkait perkembangan akademik. Integrasi tersebut mencakup proses pembimbingan, perkembangan studi, informasi keuangan, hingga dashboard pimpinan.

“Sekarang bukan hanya dosen atau mahasiswa yang dapat memonitoring perkuliahan, tetapi orang tua mahasiswa juga dapat memperoleh informasi. Mulai dari proses pembimbingan, perkembangan studi, keuangan, hingga dashboard pimpinan telah kami integrasikan dalam sistem yang mendukung tata kelola universitas,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Dr. Sutia Budi turut memperkenalkan berbagai fasilitas dan ekosistem yang dimiliki Universitas Bosowa sebagai bagian dari upaya mendukung pengalaman pendidikan mahasiswa. Salah satunya adalah jejaring 53 unit usaha di bawah naungan Bosowa Corporindo yang dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan kompetensi sekaligus membuka ruang penyaluran dan pengembangan karier mahasiswa.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bosowa, Prof. Dr. Muhlis Ruslan, S.E., M.Si., turut memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi agenda Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Akuntansi FEB Unibos.

Dalam sambutannya, Prof. Muhlis menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian asesmen dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil terbaik bagi Program Studi Akuntansi FEB Universitas Bosowa.

“Kami berharap seluruh rangkaian Asesmen Lapangan ini dapat berjalan dengan baik. Kami menyambut para asesor dengan penuh keterbukaan dan siap mengikuti seluruh proses asesmen sebagai bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan mutu Program Studi Akuntansi,” ujarnya.

Memasuki rangkaian asesmen, panel asesor kemudian melakukan berbagai sesi konfirmasi bersama pimpinan UPPS dan Program Studi. Agenda tersebut mencakup konfirmasi kebijakan pengembangan, sistem tata pamong dan pengelolaan, capaian yang telah dilaporkan, serta rencana pengembangan perguruan tinggi dan program studi.

Selain itu, dilakukan pula konfirmasi data dan informasi yang tercantum dalam Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS), termasuk penetapan data dan informasi final yang menjadi dasar penilaian.

Proses asesmen juga melibatkan pelaksana penjaminan mutu internal untuk mengonfirmasi pelaksanaan dan efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), termasuk seluruh siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).

Panel asesor turut melakukan pemeriksaan terhadap dokumen standar, manual, instrumen, tools, serta laporan berkala hasil SPMI di tingkat UPPS. Tim akreditasi juga terlibat dalam proses konfirmasi data dan informasi yang tercantum dalam Dokumen Evaluasi Diri (DED).

Pada sesi berikutnya, asesor melakukan konfirmasi bersama jajaran manajemen UPPS terkait pelaksanaan pengelolaan perguruan tinggi pada berbagai area fungsional, mulai dari program akademik dan Tridharma Perguruan Tinggi hingga pengelolaan sumber daya yang mencakup SDM, keuangan, aset dan fasilitas, serta sistem informasi.

Proses Asesmen Lapangan juga menghadirkan unsur alumni dan pengguna eksternal untuk memperoleh perspektif mengenai harapan, tingkat kepuasan, serta masukan terhadap output dan outcome UPPS.

Bagi tim Program Studi Akuntansi FEB Unibos, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan gambaran yang utuh mengenai pelaksanaan pendidikan, tata kelola, serta dampak program studi terhadap mahasiswa dan pemangku kepentingan.

Memasuki hari kedua, rangkaian Asesmen Lapangan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan terhadap berbagai fasilitas yang mendukung proses pendidikan di Universitas Bosowa.

Panel asesor melakukan pengecekan fasilitas, mengobservasi proses belajar mengajar, aktivitas mahasiswa di laboratorium, ruang dosen dan tenaga kependidikan, hingga fasilitas umum dan fasilitas pendukung lainnya.

Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi asesor untuk melihat secara langsung bagaimana berbagai kebijakan dan sistem yang telah dijelaskan dalam dokumen diterapkan dalam aktivitas akademik sehari-hari.

Selain fasilitas, asesor juga melakukan konfirmasi terhadap kinerja, keterlibatan, pelayanan, dan tingkat kepuasan dosen serta mahasiswa sebagai bagian dari proses memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengalaman sivitas akademika dalam menjalankan dan mengikuti proses pendidikan di Program Studi Akuntansi.

Seluruh rangkaian asesmen kemudian dilanjutkan dengan penyusunan draft berita acara dan rekomendasi akreditasi. Hasil tersebut disampaikan kepada pimpinan UPPS dan perguruan tinggi untuk dilakukan pengecekan sebelum berita acara Asesmen Lapangan ditandatangani.

“Ini Bukan Audit, Ini Pesta”

Di tengah rangkaian proses yang sarat dengan pemeriksaan data, konfirmasi, observasi, dan evaluasi tersebut, terdapat satu perspektif menarik yang disampaikan oleh panel asesor.

“Kami menyebut akreditasi ini adalah pesta.”

Kalimat tersebut menjadi cara tersendiri bagi asesor dalam memaknai proses Asesmen Lapangan. Sebagaimana sebuah pesta, proses akreditasi memang membutuhkan persiapan, energi, dan tentu saja melelahkan. Namun, esensinya bukanlah menghadirkan tekanan, melainkan menjadi momentum untuk melihat dan merayakan berbagai proses yang telah dikerjakan bersama.

“Kami menyebut akreditasi ini adalah pesta. Kalau pesta, sejatinya kita bahagia. Capek itu otomatis, tetapi jangan sampai tertekan, karena kita sudah punya hajat. Jadi mari kita jalani proses ini dengan baik,” ujar salah satu asesor.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa akreditasi tidak berhenti pada hasil akhir berupa predikat. Lebih jauh, proses ini merupakan kesempatan bagi perguruan tinggi dan program studi untuk bercermin, berdialog, sekaligus mendapatkan perspektif eksternal mengenai tata kelola dan pelaksanaan pendidikan yang telah dijalankan.

Bagi Program Studi Akuntansi FEB Universitas Bosowa, tiga hari Asesmen Lapangan menjadi bagian dari perjalanan panjang menjaga mutu pendidikan. Setiap dokumen yang dikonfirmasi, setiap ruang yang ditinjau, setiap data yang ditelusuri, hingga setiap percakapan yang berlangsung bersama asesor pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: memastikan proses pendidikan terus bergerak menuju kualitas yang lebih baik.

Sebab pada akhirnya, akreditasi bukanlah tentang tiga hari ketika asesor datang. Akreditasi adalah tentang empat tahun perjalanan yang dibawa ke dalam tiga hari untuk dilihat, dikonfirmasi, dan direfleksikan bersama.

Dan ketika “pesta” itu selesai, pekerjaan menjaga mutu justru kembali dimulai—dengan rekomendasi sebagai arah, evaluasi sebagai pijakan, dan komitmen seluruh sivitas akademika FEB Universitas Bosowa sebagai energi untuk melangkah lebih jauh.

BUKAN SEKEDAR PENILAIAN, PRODI AKUNTANSI FEB UNIBOS TUNJUKKAN KOMITMEN MENJAGA MUTU BERKELANJUTAN

MAKASSAR — Empat tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah program studi. Di dalamnya ada proses yang berjalan, kebijakan yang diuji, pembelajaran yang terus berkembang, mahasiswa yang bertumbuh, dosen yang berkarya, hingga berbagai inovasi yang perlahan membentuk wajah sebuah institusi. Karena itu, ketika proses akreditasi kembali hadir, yang sedang diperiksa sesungguhnya bukan hanya tumpukan dokumen, melainkan perjalanan panjang tentang seberapa konsisten sebuah program studi menjaga mutu dan menerjemahkannya menjadi pengalaman pendidikan yang nyata.

Semangat tersebut mengiringi pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Bosowa (Unibos) yang berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu, 21–23 September 2026, di Ruang Rapat FEB Lantai 6, Kampus 1 Universitas Bosowa.

Asesmen Lapangan dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) dengan menghadirkan dua asesor, yakni Dr. Rida Perwita Sari, S.E., MAks, Ak, CA., CPA, dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, serta Dr. Agnes Utrai Widyaningdyah, M.Si., Ak., CA, dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan, pengenalan panel asesor, serta pembacaan pernyataan komitmen bersama dalam pelaksanaan Asesmen Lapangan oleh panel asesor dan pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS).

Dalam kesempatan tersebut, sambutan Rektor Universitas Bosowa diwakili oleh Wakil Rektor I Unibos, Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si. Ia menyampaikan bahwa proses akreditasi tidak semata-mata dimaknai sebagai pemeriksaan terhadap kecukupan dokumen, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan tata kelola dan penjaminan mutu yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.

“Akreditasi ini bukan hanya melihat kecukupan, tetapi juga menjadi cermin secara objektif dalam konteks penjaminan mutu eksternal. Karena itu, pada hari ini kita kembali melihat dan menilai apakah tata kelola yang telah kita jalankan selama empat tahun ini sudah berjalan dengan baik,” ujar Dr. Sutia Budi.

Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada kedua asesor yang hadir dalam proses Asesmen Lapangan Program Studi Akuntansi FEB Unibos.

Menurutnya, asesmen lapangan hendaknya tidak dipandang sebagai sebuah audit yang menciptakan tekanan, tetapi sebagai ruang untuk memastikan bahwa tata kelola yang berjalan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan perguruan tinggi dan Universitas Bosowa.

“Akreditasi hari ini bukan audit. Kita ingin melihat bagaimana tata kelola yang telah dijalankan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan perguruan tinggi dan Universitas Bosowa. Karena itu, kami berharap Asesmen Lapangan ini juga menjadi ruang untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam tata kelola, baik dari aspek akademik maupun transformasi digital,” jelasnya.

Dr. Sutia Budi juga memaparkan perkembangan transformasi digital yang telah diterapkan Universitas Bosowa dalam mendukung tata kelola akademik. Menurutnya, sistem digital saat ini memungkinkan proses monitoring pembelajaran dilakukan secara lebih terintegrasi dan transparan.

Tidak hanya dosen dan mahasiswa yang dapat memantau proses perkuliahan, tetapi sistem yang dikembangkan juga memungkinkan orang tua mahasiswa memperoleh informasi terkait perkembangan akademik. Integrasi tersebut mencakup proses pembimbingan, perkembangan studi, informasi keuangan, hingga dashboard pimpinan.

“Sekarang bukan hanya dosen atau mahasiswa yang dapat memonitoring perkuliahan, tetapi orang tua mahasiswa juga dapat memperoleh informasi. Mulai dari proses pembimbingan, perkembangan studi, keuangan, hingga dashboard pimpinan telah kami integrasikan dalam sistem yang mendukung tata kelola universitas,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Dr. Sutia Budi turut memperkenalkan berbagai fasilitas dan ekosistem yang dimiliki Universitas Bosowa sebagai bagian dari upaya mendukung pengalaman pendidikan mahasiswa. Salah satunya adalah jejaring 53 unit usaha di bawah naungan Bosowa Corporindo yang dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan kompetensi sekaligus membuka ruang penyaluran dan pengembangan karier mahasiswa.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bosowa, Prof. Dr. Muhlis Ruslan, S.E., M.Si., turut memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi agenda Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Akuntansi FEB Unibos.

Dalam sambutannya, Prof. Muhlis menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian asesmen dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil terbaik bagi Program Studi Akuntansi FEB Universitas Bosowa.

“Kami berharap seluruh rangkaian Asesmen Lapangan ini dapat berjalan dengan baik. Kami menyambut para asesor dengan penuh keterbukaan dan siap mengikuti seluruh proses asesmen sebagai bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan mutu Program Studi Akuntansi,” ujarnya.

Memasuki rangkaian asesmen, panel asesor kemudian melakukan berbagai sesi konfirmasi bersama pimpinan UPPS dan Program Studi. Agenda tersebut mencakup konfirmasi kebijakan pengembangan, sistem tata pamong dan pengelolaan, capaian yang telah dilaporkan, serta rencana pengembangan perguruan tinggi dan program studi.

Selain itu, dilakukan pula konfirmasi data dan informasi yang tercantum dalam Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS), termasuk penetapan data dan informasi final yang menjadi dasar penilaian.

Proses asesmen juga melibatkan pelaksana penjaminan mutu internal untuk mengonfirmasi pelaksanaan dan efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), termasuk seluruh siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).

Panel asesor turut melakukan pemeriksaan terhadap dokumen standar, manual, instrumen, tools, serta laporan berkala hasil SPMI di tingkat UPPS. Tim akreditasi juga terlibat dalam proses konfirmasi data dan informasi yang tercantum dalam Dokumen Evaluasi Diri (DED).

Pada sesi berikutnya, asesor melakukan konfirmasi bersama jajaran manajemen UPPS terkait pelaksanaan pengelolaan perguruan tinggi pada berbagai area fungsional, mulai dari program akademik dan Tridharma Perguruan Tinggi hingga pengelolaan sumber daya yang mencakup SDM, keuangan, aset dan fasilitas, serta sistem informasi.

Proses Asesmen Lapangan juga menghadirkan unsur alumni dan pengguna eksternal untuk memperoleh perspektif mengenai harapan, tingkat kepuasan, serta masukan terhadap output dan outcome UPPS.

Bagi tim Program Studi Akuntansi FEB Unibos, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan gambaran yang utuh mengenai pelaksanaan pendidikan, tata kelola, serta dampak program studi terhadap mahasiswa dan pemangku kepentingan.

Memasuki hari kedua, rangkaian Asesmen Lapangan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan terhadap berbagai fasilitas yang mendukung proses pendidikan di Universitas Bosowa.

Panel asesor melakukan pengecekan fasilitas, mengobservasi proses belajar mengajar, aktivitas mahasiswa di laboratorium, ruang dosen dan tenaga kependidikan, hingga fasilitas umum dan fasilitas pendukung lainnya.

Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi asesor untuk melihat secara langsung bagaimana berbagai kebijakan dan sistem yang telah dijelaskan dalam dokumen diterapkan dalam aktivitas akademik sehari-hari.

Selain fasilitas, asesor juga melakukan konfirmasi terhadap kinerja, keterlibatan, pelayanan, dan tingkat kepuasan dosen serta mahasiswa sebagai bagian dari proses memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengalaman sivitas akademika dalam menjalankan dan mengikuti proses pendidikan di Program Studi Akuntansi.

Seluruh rangkaian asesmen kemudian dilanjutkan dengan penyusunan draft berita acara dan rekomendasi akreditasi. Hasil tersebut disampaikan kepada pimpinan UPPS dan perguruan tinggi untuk dilakukan pengecekan sebelum berita acara Asesmen Lapangan ditandatangani.

“Ini Bukan Audit, Ini Pesta”

Di tengah rangkaian proses yang sarat dengan pemeriksaan data, konfirmasi, observasi, dan evaluasi tersebut, terdapat satu perspektif menarik yang disampaikan oleh panel asesor.

“Kami menyebut akreditasi ini adalah pesta.”

Kalimat tersebut menjadi cara tersendiri bagi asesor dalam memaknai proses Asesmen Lapangan. Sebagaimana sebuah pesta, proses akreditasi memang membutuhkan persiapan, energi, dan tentu saja melelahkan. Namun, esensinya bukanlah menghadirkan tekanan, melainkan menjadi momentum untuk melihat dan merayakan berbagai proses yang telah dikerjakan bersama.

“Kami menyebut akreditasi ini adalah pesta. Kalau pesta, sejatinya kita bahagia. Capek itu otomatis, tetapi jangan sampai tertekan, karena kita sudah punya hajat. Jadi mari kita jalani proses ini dengan baik,” ujar salah satu asesor.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa akreditasi tidak berhenti pada hasil akhir berupa predikat. Lebih jauh, proses ini merupakan kesempatan bagi perguruan tinggi dan program studi untuk bercermin, berdialog, sekaligus mendapatkan perspektif eksternal mengenai tata kelola dan pelaksanaan pendidikan yang telah dijalankan.

Bagi Program Studi Akuntansi FEB Universitas Bosowa, tiga hari Asesmen Lapangan menjadi bagian dari perjalanan panjang menjaga mutu pendidikan. Setiap dokumen yang dikonfirmasi, setiap ruang yang ditinjau, setiap data yang ditelusuri, hingga setiap percakapan yang berlangsung bersama asesor pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: memastikan proses pendidikan terus bergerak menuju kualitas yang lebih baik.

Sebab pada akhirnya, akreditasi bukanlah tentang tiga hari ketika asesor datang. Akreditasi adalah tentang empat tahun perjalanan yang dibawa ke dalam tiga hari untuk dilihat, dikonfirmasi, dan direfleksikan bersama.

Dan ketika “pesta” itu selesai, pekerjaan menjaga mutu justru kembali dimulai—dengan rekomendasi sebagai arah, evaluasi sebagai pijakan, dan komitmen seluruh sivitas akademika FEB Universitas Bosowa sebagai energi untuk melangkah lebih jauh.

PDAM Makassar