Tekan Angka Kelahiran, BKKBN Gorontalo Launching Alat Kontrasepsi Implan I batang Pada Pelayanan KB

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, GORONTALO – BKKBN Provinsi Gorontalo launching alat kontrasepsi Implan I batang pada pelayanan KB pasca Persalinan bersama POGI Wilayah Gorontalo. Senin (24/05/2021). Kegiatan tersebut di hadiri langsung oleh Kepala BKKBN RI Dr. Hasto Wardoyo, SP. OG.

Dalam pelaksanaan pembangunan nasional, Presiden telah menetapkan visi, misi dan program yang tertuang dalam RPJMN 2020–2024. Visi Presiden yaitu “Terwujudnya Indonesia Maju Yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong”, dengan salah satu misinya adalah “Peningkatan kualitas manusia Indonesia”. BKKBN melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), berkontribusi langsung terhadap upaya pencapaian visi dan misi presiden tersebut.

Sebagai upaya mewujudkan visi dan misi Presiden, BKKBN telah menetapkan visi yaitu “Mewujudkan Keluarga Berkualitas dan Pertumbuhan Penduduk yang Seimbang guna mendukung tercapainya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong”.

Bertempat di rumah sakit Sitti Khadidjah Kota Gorontalo kegiatan tersebut di selenggarakan oleh BKKBN Provinsi Gorontalo.

Di awal kegiatan, Kepala Perwakilan Bkkbn Provinsi Gorontalo menyambut kedatangan rombongan, Kepala BKKBN RI yang di dampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Dr. Ir. H. Darda Daraba, M.Si, Ketua IDI dr. Irianto Dunda, Sp.S, Ketua IBI Ridha Hafid, S.ST, dan Direktur RSIA dr. H. Elson Djakaria, Sp.OG.

Di hadiri langsung oleh tuan Rumah Walikota Kota Gorontalo Marten Taha, dalam sambutanya Marten menjelaskan bahwa salah satu bentuk dukungan dari pemerintah Kota Gorontalo yaitu di bidang kesehatan.

“Saya punya inovasi di bidang kesehatan, khususnya bagaimana bisa membatasi kelahiran bagi pasangan-pasangan muda dan inovasi ini menjadi juara tingkat Nasional, ” Ungkap Marten di hadapan Kepala BKKBN RI.

Terlihat Dr. Hasto Wardoyo sangat memperhatikan penjelasan dari Marten Taha terkait dukungan Program bangga kencana.

Dari program yang di jelaskan Marten, yaitu program Tancap Nikah yang berarti Tanda Aman Calon pengantin nikah untuk generasi unggul kota Gorontalo.

Lebih lanjut, Sekertaris Daerah Dr. Ir. H. Darda Daraba, M.Si. sangat mengapresiasi kinerja Walikota Kota Gorontalo, tak banyak di sampaikan hanya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Bkkbn RI yang telah menyempatkan waktu datang ke Provinsi Gorontalo meski dalam kesibukan yang padat.

“Terima Kasih Kepada Pak Dr. Hasto Wardoyo yang telah datang langsung membuka kegiatan ini, tentu tidak mudah untuk mengundang orang pusat. Apalagi Kota Gorontalo menjadi Daerah pertama me launching alat Kontrasepsi Implan I batang ini,” Ungkap Sekertaris Daerah mengakhiri sambutannya.

Dalam upaya mencapai sasaran strategis program Bangga Kencana, salah satu arah kebijakan BKKBN yaitu meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi yang komprehensif berbasis kewilayahan dan fokus pada segmentasi sasaran.

Dalam peningkatan akses penyelenggaraan keluarga berencana dan juga dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting melalui KB Pascapersalinan, BKKBN telah membuat inovasi melalui penguatan rantai pasok alat dan obat kontrasepsi (alokon) pada aspek seleksi produk dengan penyediaan jenis alokon yang lebih bervariasi sesuai dengan dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Bandan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia, Dr. Hasto Wardoyo mengatakan dalam sambutannya, “alat kontrasepsi ini sudah di rencanakan sejak satu tahun lalu alat kontrasepsi I batang, di Kota Gorontalo pertama dan menjadi salah satu daerah yang pertama di kunjungi oleh dr. Hasto Wardoyo melaunching alat kontrasepsi I batang pada pelayanan KB Pasca Melahirkan.” Ungkapnya.

Hasto menuturkan semua jenis alokon diatas disediakan oleh BKKBN sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pasangan usia subur (PUS) dalam memenuhi tujuan reproduksinya, dan alokon tersebut diberikan secara gratis. Fasilitas Kesehatan (Faskes), jaringan serta jejaringnya dapat memperoleh alokon yang disediakan BKKBN sepanjang sudah teregistrasi di OPD KB kabupaten/kota setempat, dan alokon akan diditribusikan ke faskes oleh OPD KB kabupaten/kota secara rutin sesuai dengan ketersediaan alokon yang ada di gudang alokon kabupaten/kota.

“Yang tidak kalah penting adalah faskes, jaringan dan jejaring yang sudah teregistrasi harus mencatat dan melaporkan hasil pelayanan dan ketersediaan alokon secara rutin sesuai mekasnisme yang ditetapkan, karena hasil pencatatan dan pelaporan yang dilakukan akan menjadi bahan masukan dalam perencanaan kebutuhan alokon ditahun selanjutnya.” Lanjut Mantan Bupati Kulon Progo.

Hasto berharap di akhir sambutannya sekaligus membuka Launching alat Kontrasepsi Implan I batang pada pelayanan KB pasca Melahirkan.

“Saya berharap mudah-mudahan Provinsi Gorontalo menjadi motivasi daerah lain, Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini, saya juga ingin mengingatkan Bapak/Ibu khususnya dari OPD KB Kabupaten/Kota, untuk segera mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Sub Bidang KBKR baik fisik, maupun DAK non fisik (BOKB).” Tuturnya.

“Saya harap Perwakilan BKKBN Provinsi untuk segera dapat mengkoordinasikan implementasinya dengan OPD KB Kabupaten/Kota mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pelaporan dan evaluasi. Peran aktif Perwakilan BKKBN Provinsi (dengan cara-cara New Normal) harus ditingkatkan agar alokasi anggaran DAK Sub Bidang KB dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pengelolaan Program Bangga Kencana di lini lapangan, sehingga sasaran strategis yang telah ditetapkan dan juga upaya penurunan stunting dapat kita capai.” Tutupnya sekaligus membuka kegiatan.(*)

Pemkot Makassar SC