SUARACELEBES.COM, BOGOR — Tim Penggerak PKK Kota Makassar berkunjung ke Kampung Batik Cibuluh, Kota Bogor, untuk melihat langsung pengembangan kerajinan batik, pengelolaan kelompok perajin, serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi kreatif, Kamis (24/9/2026).
Kampung Batik Cibuluh memiliki tujuh kelompok batik yang didukung lima galeri. Keberadaan kelompok dan galeri tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan membatik sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam pengembangannya, masyarakat sekitar turut dilibatkan dalam berbagai aktivitas di Kampung Batik Cibuluh. Produk yang dihasilkan juga memiliki karakter yang kuat dengan mengangkat berbagai unsur yang lekat dengan Kota Bogor.
Sejumlah merek yang berkembang di Kampung Batik Cibuluh antara lain Gazi Seri, Melinda, Bumiku Batik, Melangit, Kedaung Kujang, Sadulur, Ceri M, serta Batik Pancawati.
Rombongan TP PKK Makassar juga melihat karya Batik Gazi Seri yang dikerjakan oleh perajin Suparmi. Setiap kelompok memiliki karakter produk masing-masing, sehingga menghasilkan beragam corak dan desain batik.
Suparmi mengatakan, proses membatik tidak hanya menjadi kegiatan untuk menghasilkan produk, tetapi juga menjadi ruang bagi para perajin untuk terus mengembangkan keterampilan dan kreativitas.
“Setiap motif punya proses dan ceritanya sendiri. Kami terus belajar dan mengembangkan desain agar batik yang dihasilkan tetap menarik dan memiliki ciri khas,” ujar Suparmi.
Salah satu yang menarik perhatian adalah Batik Melinda yang mengangkat unsur khas Kota Bogor, seperti kujang dan buah pala.
Batik Melinda memiliki sekitar 15 motif, di antaranya Kepala Kujang, Lawang Salapan, Sempur, dan Buah Pala. Motif-motif tersebut menjadi cara perajin menerjemahkan berbagai ikon Kota Bogor ke dalam karya batik.
Melinda menjelaskan, pengembangan motif dilakukan dengan mengangkat berbagai unsur yang dekat dengan kehidupan dan identitas Kota Bogor.
“Kami mencoba menuangkan apa yang menjadi ciri khas Bogor ke dalam motif batik. Jadi, ketika melihat motifnya, orang bisa mengenali unsur daerah yang kami angkat,” kata Melinda.
Pengembangan desain seperti ini menjadi salah satu hal yang dipelajari Tim Penggerak PKK Makassar. Setiap daerah memiliki karakter dan kekayaan budaya yang dapat dituangkan ke dalam produk kerajinan dengan gaya yang khas.
Studi tiru tersebut juga memperlihatkan bahwa keberadaan kelompok perajin dan galeri dapat menjadi wadah untuk mengembangkan keterampilan masyarakat sekaligus memperluas pemasaran produk.
Melalui kunjungan ini, Tim Penggerak PKK Kota Makassar memperoleh gambaran mengenai pengelolaan kampung batik, mulai dari pembentukan kelompok, keterlibatan masyarakat, pengembangan motif, hingga penguatan produk dan merek.
Pengalaman dari Kampung Batik Cibuluh diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Tim Penggerak PKK Makassar dalam mengembangkan kegiatan serupa yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masyarakat Kota Makassar.









