Diduga Cemarkan Nama Baik Rudal, JPU Tuntut Risman Pasigai 10 Bulan Penjara

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR- Terdakwa Risman Pasigai dituntut 10 Bulan penjara dan segera ditahan dalam sidang yang digelar pengadilan negeri Makassar Negeri Makasar. Dalam tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum, Lusia Pangalinan, SH terdawa dikenakan pasal 311 ayat (1) KUHP.

Dalam sidang Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Rusdin Abdullah ini, terdakwa dihadirkan melalui video call WhatsApp, Senin (27/04/2020).

Terkait tuntutan jaksa, kuasa hukum terdakwa Herry Syamsuddin yang hadir dalam persidangan mengatakan diberi waktu dua minggu oleh majelis hakim untuk melakukan pembelaan.

“Pembelaan terdakwa nanti akan kami paparkan pada pledoi nanti,” kata Herry Syamsuddin usui sidang.

Sementara itu Kuasa Hukum dari pihak pelapor, Sulaiman Syamsuddin mengatakan menghargai proses hukum yang putuskan oleh pihak kejaksaan. “Itu rama jaksa, kita harga putusan mereka,” ujar Sule sapaan Sulaiman Syamsuddin.

Risman yang juga merupakan juru bicara DPD Partai Golkar Sulsel sebelumnya ditetapkan tersangka oleh penyidik Kepolisian Daerah  (Polda) Sulsel, atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

Risman dilaporkan ke polisi telah menuduh mantan Bendahara DPD I Golkar Sulsel Rusdin Abdullah (Rudal) sebagai dalang dari kericuhan saat pembukaan Musda Golkar Sulsel di hotel Novotel Makassar, 26 Juli lalu.

Diketahui, kasus Risman berawal saat Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD Golkar Sulse yang berlangsung bulan Juli lalu. Saat itu sempat terjadi adu mulut sesama kader Golkar.

Kegaduhan terjadi saat Ketua DPD Sulsel, Nurdin Halid sementara menyampaikan sambutan. Tiba-tiba kader Golkar yang diketahui bernama Hamzah Abdullah bersitegang dengan Risman.

Risman yang saat itu menjadi Ketua Panitia Musda IX DPD Golkar Sulsel langsung membuat pernyataan bahwa  Rudal yang mengirim Hamzah Abdullah untuk mengacau di Musda.

Pernyataan Risman ini yang selanjutnya berbuntut panjang hingga masuk ke meja hijau.

Sidang Akan dilanjutkan kembali pada 13 Mei mendatang dengan agenda pembelaan dari terdakwa.(*)

Andi Muhammad Fadli