SUARACELEBES.COM, PALOPO – Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Stikes Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo dalam rangka wisuda Sarjana Tahun Akademik 2017/2018, sebanyak 273 jumlah wisudawan/wisudawati yang di wisuda di Gedung Saodenrae Convention Center (SCC) Kota Palopo, Sabtu 29 September 2018.
Sambutan Walikota Palopo dalam hal ini diwakili oleh Staf ahli bidang kesejahteraan masyarakat, Dr.H.M Suyuti Yusuf M.Si menyampaikan bahwa pemerintah Kota Palopo selalu menyambut yang diwisuda.
“Perlu bersyukur, perkembangan pendidikan sangat luar biasa oleh karena itu tingkat kecerdasan oleh masyarakat Kota Palopo semakin bertambah, karena generasi mudanya berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan”, ujarnya.
Ditambahkan Suyuti, setelah menyandang gelar, Pemerintah memiliki satu program yang harus di masyarakatkan yaitu Germas (Gerakan masyarakat) sehat. Ini adalah tugas kita semua tapi untuk yang menyandang gelar perlu di masyarakatkan dengan baik.
“Memang keinginan kita semua meraih gelar, sekalipun banyak suka dan dukanya. Tetapi setelah menyandang gelar banyak tanggung jawab yang harus di emban. Karena pasti berbeda dengan orang yang tidak memiliki pendidikan. Seorang sarjana bebannya sangat berat, Perjalanan bukan sampai disini, masih ada kelanjutan seterusnya” tutur Suyuti.
Kepala Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Ketenagaan LLDIKTI Wilayah IX, Ichsan Kasnul Faraby S.Sos., M.Si mengatakan para wisudawan/wisudawati mulai membiasakan diri menjadi team work. Karena orang yang seperti itu dapat menerima pendapat orang lain.
“Kalian semua yang diwisuda hari ini merupakan generasi penerus yang akan memaknai generasi bangsa” ungkapnya.
Jangan anda cepat berpuas diri karna anda makan masuk ke lapangan dan yang harus ditekankan mulai saat ini baik yang di sudah dan yang akan diwisuda mulailah membiasakan diri menjadi team work tim kerja maka anda akan mudah bersosialisasi,gampang menerima pendapat orang lain karena jika anda tidak menjadi bagian dari tim kerja Anda belum layak menjadi seorang profesional anda hanya layak menjadi seorang Mandiri yang bisa menilai kerja Anda adalah anda sendiri bukan orang lain.
Yang kedua masalah skill, skill keterampilan potensi yang ada dalam diri anda itu harus digali karena anda sudah mendapatkan ilmu teori dan praktek anda akan bekerja di rumah sakit atau mungkin anda akan bekerja di instansi lain untuk itu kalian wajib memiliki skill.
Yang ketiga, anda harus memiliki etika karena kapan Anda masuk di dunia pekerjaan ingat, anda membawa diri dan nama orang tua dan almamater, karena jika anda tidak membawa etika ,senyuman dan sabar, kerja yang ihklas mau dibawa mana kesehatan
Sementara itu, Ketua Stikes Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo, Dr. Agustina Palamba menyampaikan peluang besar untuk tenaga kesehatan adalah permintaan dari Jepang khusus untuk lansia dengan gaji 15juta perbulan, tanpa STR dengan persyaratan harus kursus bahasa Jepang.
“Sudah mengadakan kerjasama dengan perusahaan yang akan mengirim kalian ke Jepang, nantinya jika alumni ingin ke Jepang bisa mendaftar di institusi”.
Jaga nama baik almamater, dimanapun kalian berada, promosikan Stikes bahwa di Kota Palopo provinsi Sulawesi Selatan ada sekolah tinggi ilmu kesehatan yang best of the best.
Lulusan terbaik wisudawan/wisudawati dari Program studi Profesi ners, Terbaik pertama Yestin IPK 3,92, Terbaik kedua Hasma Ahmad IPK 3,92 predikat cumlaude, terbaik Ketiga Karoline tandibeta IPK 3,86 predikat cumlaude
Program Studi Strata 1 keperawatan, terbaik pertama Marni IPK 3,97 predikat cumlaude, terbaik kedua Nurul Issa 3,80 predikat cumlaude, terbaik ketiga Nurul Fajeriah 3,74 predikat cumlaude.
Dari Program studi diploma D3 kebidanan, terbaik pertama Khumairah IPK 3,91 predikat cumlaude, terbaik kedua Yosidiana IPK 3,70 predikat cumlaude, terbaik ketiga Nirmala Panglima 3,66 predikat cumlaude.
Program Studi Farmasi Terbaik pertama Nuraini dengan IPK 3,92, terbaik kedua Sarina, IPK 3,92
dan terbaik ketiga Sulfiani Indah Sari, IPK 3,9.
Turut hadir Asisten 2 Bidang pembangunan dan perekonomian, Taufik, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, dr.Dr.Ishaq Iskandar, para rohaniawan, para dosen beserta staf Stikes Bhakti Pertiwi Luwu Raya.(*)









