SUARACELEBES.COM, MAKASSAR- Calon petahana Pilwalkot Makassar Danny Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari resmi mendaftar di jalur Perseorangan atau independen.
Jalur Independen dipilih pasangan dengan tagline DIAmi ini, karena masih ada keraguan dukungan dari sejumlah partai politik. Menurut pengamat politik Andi Luhur Priyanto pilihan Pasangan Danny – Indira memutuskan maju melalui jalut Independen itulah yang terbaik, demi menjaga tetap survive di kontestasi Pilwalkot Makassar.

“Saya kira Itulah yang terbaik, demi menjaga tetap survive di kontestasi. Dukungan partai politik yang tak kunjung memberi kepastian, membuat incumbent DP harus mengambil sikap di pencalonan,” kata Andi Luhur Priyanto, Kamis (30/11/2017).
Menurut Andi Luhur Priyanto jalur perseorangan juga tidak mudah dan membutuhkan kekuatan tim. Ia menilai kerugian besar jika incumbent tidak bisa memanfaatkan infrastruktur partai politik.
“Sebenarnya kerugian besar jika incumbent tidak bisa memanfaatkan infrastruktur partai politik. Bagaimanapun kondisinya, mesin partai adalah organ yang paling siap untuk kerja kerja elektoral. DP masih punya jejaring birokrasi dan ormas. Tetapi spektrum kerja kerja elektoralnya bisa terbatas dan penuh risiko, jika tidak bersenyawa dengan mesin partai politik,” jelasnya.
Lanjut Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar ini menjelaskan secara institusi, dukungan partai politik sebenarnya sudah selesai. Seperti diketahui pasangan DIAmi
dukungan 7 partai pendukung (PKS, PDIP, PKPI, PAN, Gerindra, PPP dan Demokrat) namun rekomendasi itu belum digenggam DIAmi.
“Saya kira ada masalah dipola komunikasi politik DP dengan partai politik. Selama ini terlalu DP larut meladeni pimpinan partai di level DPC dan DPW, tetapi miskomunikasi dengan elit strategis DPP. Suka atau tidak suka, pola pengambilan keputusan di partai politik itu masih sangat sentralistik di tentukan DPP,” ucap Andi Luhur.(*)









