banner dprd mkassar

Pesan Legislator Golkar Debbie Rusdin Dipenghujung Tahun 2022, Jaga Persatuan dan Kesatuan

pemprov sulsel

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar, Debbie Purnama Rusdin mengakhiri sosialisasi kebangsaan dan menutup tahun 2022 tatap muka bersama warga Kecamatan Mariso.

Sosbang tentang “keagamaan” itu berlangsung Red Cendrawasih Hotel
Jl. Cendrawasih Makassar, Sabtu (31/12/22). Menghadirkan pembicara Dosen UIN Alauddin Makassar, Dr. Shuhufi Abdullah S.Ag dan Wakil Masika ICMI Sulsel, Taqwa Bahar.

Debbie Rusdin Membuka Sosialisasi itu menyampaikan bahwa Sosialisasi Kebangsaan ini adalah yang terakhir, tahun depan tak ada lagi Sosialisasi Kebangsaan dilakukan oleh anggota DPRD, tapi akan diganti dengan kegiatan lain.

“Kami sudah konsultasi dengan Kemendagri, sosialisasi kembangsaan ini telah ditiadakan tahun depan, tapi tenangki saja akan tetap menyapa wargaku atau konstituenku dengan kegiatan lain,” ucap Debbie.

Debbie Rusdin mengatakan kegiatan ini dilaksanakan agar masyarakat memahami bagaimana kehidupan toleransi beragama. Ia menyampaikan agar warga dalam kehidupan sehari dalam lingkungan, tetap menanamkan sikap toleransi antara umat beragama.

“Sikap toleransi kita terus jaga agar terus tercipta hidup rukun antara ummat beragama. Persatuan dan kesatuan kita harus terjaga. Selamat untuk warga yang merayakan natal, karena ini masih dalam suasana natal,” ucap Debbie Rusdin.

Wakil Masika ICMI Sulsel, Taqwa Bahar hadir sebagai pemateri menyampaikan bahwa menjaga Toleransi Antar Umat Beragama merupakan tugas kita semua, olehnya itu peran dari semua komponen masyarakat sangat diharapkan guna menjaga harmonisasi hidup di dalam perbedaan.

“Semua agama mengajarkan tentang saling mengasihi, menyayangi dan menghormati. Jadikan perbedaan itu sebagai anugerah pemberian tuhan, seperti pelangi yang memiliki beragam warna yang memunculkan keindahan panoramanya,” Jelas Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin ini.

Lanjut Taqwa mengajak warga terus jaga persatuan dan kesatuan.
“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, jangan mudah terpecah belah sebab provokator selalu menjadikan perbedaan sebagai alat untuk menciptakan konflik, ini mesti menjadi perhatian kita semua agar selalu mewaspadai orang-orang yang tidak suka dengan perdamaian, selalu maunya berbuat kekacauan,” ujar Taqwa.

Sementara itu Dr. Shuhufi Abdullah S.Ag menyampaikan agar masyarakat membangun sikap toleransi dimulai dari lingkungan keluarga.

“kepada orang tua agar membekali anaknya tentang pendidikan agama sejak kecil,” harapnya.(*)

Pemkot Makassar

Call Center PU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *